Docotel Official Blog
B.J. Habibie

In Memoriam B.J. Habibie: Sederet Karya Besar di Dunia Teknologi yang Akan Terus Hidup

Berpulangnya Presiden Republik Indonesia ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie pada Rabu (11/09/19) menjadi duka bagi masyarakat Indonesia. Bapak Teknologi Indonesia kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan itu tutup usia pada pukul 18.05 WIB di  Paviliun Kartika, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Semasa hidupnya, B.J. Habibie telah melahirkan banyak inovasi di bidang teknologi Aeronautical, ilmu yang berkaitan dengan pengoperasian pesawat terbang. Berbagai teori tercipta untuk kemajuan teknologi di masa depan. “Mr. Crack” menjadi julukan yang diberikan kepada Habibie karena kejeniusannya mengenalkan Crack Progression Theory.  Teori ini digunakan untuk memprediksi letak awal retakan pada pesawat, utamanya sayap yang merupakan struktur penyangga untuk menahan tekanan, apalagi saat take off (lepas landas), landing (mendarat), dan mengalami turbulensi. Pada teori ini, Habibie berhasil melakukan perumusan yang sangat mendetail sehingga perhitungannya dapat presisi sampai tingkat atom. Ini benar-benar penemuan yang sangat besar di dunia penerbangan.

Dalam industri kedirgantaraan, B.J. Habibie juga andil dalam menggagas sekaligus memimpin pembuatan pesawat pertama Indonesia N-250 Gatot Kaca. Pesawat penumpang sipil ini dibuat oleh PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN), sekarang menjadi PT Dirgantara Indonesia. Diterbangkan pada 1995, N-250 menjadi satu-satunya pesawat transportasi turboprop yang mengaplikasikan teknologi Fly by Wire (FBW) atau terbang dengan kabel.

Mengutip flightzona.com, teknologi FBW merupakan sebuah sistem kendali yang menggunakan sinyal elektronik dalam memberikan perintah. Namun, bukan berarti sistem ini menggantikan otot manusia. Pilot tetap memegang peranan penting dalam mengendalikan pesawat dengan joy stick. Tentu saja jika dalam kondisi autopilot, pengendaliannya semua diatur oleh sistem komputer.

Teknologi FBW menggunakan komputer untuk mengolah data yang dipasok dari berbagai sensor di badan pesawat sehingga terkadang kinerja sistem FBW secara detail tidak sinkron dengan keinginan operator (pilot). Namun, dalam kondisi darurat yang membutuhkan keputusan cepat pilot, kendali tetap bisa diambil alih pilot secara cepat. Prinsipnya, pilot memberikan perintah kemudian diinput oleh komputer dan masuk ke data FBW sehingga pesawat pun mengikuti perintah sang pilot.

Ditulis pada laman Skybrary.aero, penggunaan FBW memberi keuntungan dapat melakukan pengontrolan efektif pada pesawat yang sedang bermanuver, khususnya pada pesawat tempur. Selain itu, dengan menerapkan kecerdasaan buatan, pekerjaan pilot akan menjadi lebih ringan. Sebagai gambaran, saat pilot ingin pesawat terbang lurus atau belok, maka sistem sebenarnya berusaha keras supaya pesawat bisa terbang lurus dengan mengoreksi semua gangguan yang bisa membuat pesawat berbelok, misalnya karena pengaruh dorongan angin dari samping atau tekanan udara yang membuat pesawat belok.

Pemanfaatan teknologi FBW juga diterapkan pada R80, pesawat buatan B.J. Habibie bersama putra sulungnya, Ilham Akbar Habibie. Pesawat berkapasitas 80-92 orang itu pengembangan dari pesawat sebelumnya yang tidak lain adalah N-250 versi Gatot Kaca. Pesawat R80 diproduksi oleh PT Regio Aviasi Industri dan telah diluncurkan pada 2012 dengan penerbangan perdana pada 2017. Pesawat R80 juga dikenal hemat bahan bakar meski harus membawa banyak penumpang.

Menyadur CNN Indonesia, sepak terjang B.J. Habibie di bidang teknologi internasional pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Hal tersebut dibuktikan dengan karya Habibie lainnya, seperti Hansa Jet 320, Airbus A-300 yang mampu menampung 300 penumpang, CN-235, Helikopter BO-105, Multi Role Combat Aircraft (MRCA), dan VTOL (Vertical Take Off & Landing) Pesawat Angkut DO-31, yang merupakan pesawat transportasi berbaling-baling tetap pertama yang mampu tinggal landas dan mendarat secara vertikal. Rancangan DO-31 dibeli oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Dengan menilik segudang prestasi yang telah diraih B.J. Habibie, sudah sepatutnya kita sebagai generasi penerus untuk percaya pada kemampuan dan kemandirian bangsa Indonesia. Bukan tidak mungkin akan ada Habibie selanjutnya yang kembali menorehkan sejarah di kancah nasional hingga internasional dalam bidang teknologi. Selamat jalan Eyang Habibie.. beristirahatlah dalam kedamaian.

Lukman M. Ardiansyah

Lukman M. Ardiansyah

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most discussed