Docotel Official Blog
Docotel Sosialisasikan Aplikasi Masar dan Satu Data di Forum Kominfo

Docotel Sosialisasikan Aplikasi Masar dan Satu Data di Forum Kominfo

Manajemen pengelolaan data berbasis digital kini sudah mulai direalisasikan di berbagai institusi pemerintah maupun swasta. Penerapan data berbasis digital mendorong terbentuknya paperless office yang berfungsi meminimalkan penggunaan kertas saat mengelola administrasi. Aplikasi data berbasis digital juga bertujuan mewujudkan sistem satu data. Dengan sistem ini data dapat diakses secara akurat, lebih terbuka, juga akuntabel. Data yang disimpan secara digital ini tentunya dapat meningkatkan kinerja suatu instansi agar lebih efisien.

Berkaitan dengan perkembangan data berbasis digital di berbagai sektor, Docotel turut berpartisipasi dalam Forum Kominfo Daerah Bimtek Satu Data Pemerintah dan Keamanan Jaringan Intra Pemerintah yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, dan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Pertahanan. Kegiatan ini berlangsung pada 20-22 Maret 2019 di JW Marriott Hotel Surabaya.

Docotel Sosialisasikan Aplikasi Masar dan Satu Data di Forum Kominfo

Dalam forum ini Docotel yang diwakili Divisi Enterprise Solution (ESL) dan Divisi Smart City Solution (SCS) melakukan sosialisasi aplikasi Masar dan presentasi proyek bersama Kominfo bernama aplikasi Satu Data. Panca Fitnanto selaku Project Management Officer Manager ESL memaparkan keadaan administrasi yang terjadi di institusi, khususnya pemerintahan saat ini yang memiliki beragam versi data atau saling kontradiktif di antara satu dengan lainnya.

“Kita informasikan tentang aplikasi yang nanti akan dibangun oleh kita pada mereka mengenai masalah Satu Data. Salah satu contoh dari Satu Data ini yaitu penyeragaman. Misalnya, penyebutan jenis kelamin di kementerian A itu menggunakan kata ‘perempuan’, tapi di kementerian B ditulisnya ‘wanita’. Nah, terkait hal itu yang nanti akan diseragamkan melalui proyek ini,” tutur Panca.

Panca menambahkan bahwa proyek aplikasi Satu Data yang dibangun Docotel masih dalam tahap Proof of Concept (POC). Kehadirannya di kegiatan tersebut untuk melakukan assessment. Solusi yang ditawarkan aplikasi Satu Data akan dicobakan oleh tim Kominfo dengan mengundang perwakilan dari 50 pemerintah kabupaten/kota di Indonesia sebagai sampel. Proyek aplikasi ini ditargetkan dapat diimplementasikan ke 500 kabupaten/kota yang ada di seluruh Indonesia pada Mei mendatang.

Docotel Sosialisasikan Aplikasi Masar dan Satu Data di Forum Kominfo

Sementara itu, saat menyosialisasikan aplikasi Masar, Novia Agustiar Rahmat selaku Executive Vice President SCS menjelaskan bahwa Masar adalah aplikasi manajemen pasar tradisional yang dikemas dalam konsep Enterprise Resource Planning (ERP) sehingga integrasi proses bisnis di lingkungan pasar tradisional lebih mudah dilakukan dan integritas data lebih terjamin.

“Aplikasi Masar ini menjadi aplikasi pertama yang ada di Indonesia yang fokus pada solusi pengelolaan pasar tradisional. Masar ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah untuk mengoptimalkan Penerimaan Asli Daerah (PAD) dari pasar tradisional baik itu melalui retribusi, biaya sewa, dan pengelolaan fasilitas di pasar tradisional,” tegas Novia.

Aplikasi Masar telah digunakan pemerintah Kota Bandung dan mendapat respons positif. Aplikasi ini dianggap mampu membuat kios dan asetnya menjadi lebih tertata serta meningkatkan penerimaan dari retribusi bulanan. Dalam forum tersebut terdapat beberapa kabupaten/kota yang menyatakan tertarik untuk mengaplikasikan Masar sebagai solusi.

Tahun ini Masar ditargetkan dapat digunakan oleh seluruh pemerintah kabupaten/kota di Indonesia. Upaya mencapai target ini didukung dengan banyaknya kemudahan yang dihadirkan aplikasi Masar, seperti user friendly atau gampang digunakan, implementasi yang cepat, dan pengguna tidak perlu disibukkan dengan aktivitas maintenance perangkat keras/lunak sehingga dapat lebih fokus dalam pelayanan dan transaksi.

Aplikasi Masar dan Satu Data besutan Docotel ini tentunya dapat menjadi solusi pengelolaan pasar tradisional dan manajemen pengelolaan data di berbagai instansi serta menjadi bentuk dukungan pada revolusi industri 4.0 yang berbasis big data serta internet of things (IoT).

Lukman M. Ardiansyah

Lukman M. Ardiansyah

teresa iswara

teresa iswara

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most discussed