Docotel Official Blog
Docotel Official Blog_Banner_Coronavirus

Menjaga Diri dan Sesama di Tengah Coronavirus Disease (COVID-19)

Kesadaran diri akan pandemi COVID-19 sangat penting untuk kita terapkan. Untuk itu, pada Rabu (19/03), Docotel Group mengadakan Docotel Half Day (DHD) secara live di kanal YouTube Docotel Group dengan topik “Self-Awareness Coronavirus” dengan pembicara dr. Dian Jauhari, MHM, VP of Clinical Science & Technology, Health Information System Division, PT Docotel Teknologi.

Dokter Jauhari menegaskan betapa pentingnya bersikap kritis dengan memilah dan memilih informasi mengenai pandemi ini serta melakukan social distancing, yakni menjaga jarak dan menghindari kerumunan orang, serta berdiam diri di rumah. “Jangan panik, jangan juga jadi piknik. Jaga diri, jaga sesama, jaga jarak, di rumah aja,” ungkapnya.

Self Awareness Coronavirus with dr. Dian Jauhari, MHM di Kanal Youtube Docotel Group

Kenali dan Pahami COVID-19

Coronavirus Disease 19 (COVID-19) sesungguhnya bukan virus yang benar-benar baru. Ada beberapa tipe virus sejenis yang identik dan pernah menjadi wabah juga, seperti Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus (SARS-CoV) yang menyebar pertama kali pada 2003 di China Selatan, juga Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang ditemukan di Qatar pada awal 2012. Penularan SARS-CoV pertama kali disebabkan berpindahnya virus dari kelelawar ke manusia, MERS terbukti berpindah dari unta ke manusia, sedangkan COVID-19 belum bisa dipastikan awal mula penularannya.

Bentuk COVID-19 bulat seperti bola yang di dalamnya terdapat materi genetik atau RNA. Duri-duri yang tersebar di luar bola diibaratkan crown atau mahkota sehingga disebut dengan Corona. Virus ini tidak dapat hidup di alam bebas begitu saja karena membutuhkan inang (host) untuk bereproduksi. Sejauh ini, COVID-19 hanya dapat menular melalui tetesan air (droplets). Di permukaan logam atau plastik virus ini bisa bertahan dalam waktu 2-3 hari, di kardus bertahan dalam waktu 4 jam, sedangkan di aerosol (debu, kabut, rokok) bertahan selama 3 jam.

Mengapa Penting untuk Melakukan Social Distancing?

Saat ini, belum diketahui obat-obatan yang efektif untuk menyembuhkan Covid-19, vaksin pun masih dalam tahap pengembangan di Amerika Serikat. Oleh karena itu, makan dengan gizi seimbang, olahraga teratur, juga menjaga kesehatan dan kebersihan diri merupakan beberapa cara yang penting untuk dilakukan guna mengurangi risiko penularan virus ini. Pada dasarnya, COVID-19 bisa sembuh sendiri (self-limiting disease) tergantung dari imunitas tubuh inangnya. Semakin kuat imun tubuh kita, maka semakin cepat pula penyembuhannya.

Gejala-gejala COVID-19 muncul tidak secara langsung setelah kita terinfeksi, butuh masa inkubasi sampai 14 hari tergantung daya tahan tubuh. Perbedaan  COVID-19 dengan flu pada umumnya yakni penderita akan mengalami sesak nafas (shortness of breath) dan sakit tenggorokan. Pada beberapa kasus di orang dewasa, anak-anak, atau remaja dengan daya tahan tubuh baik, gejala bisa sama sekali tidak terlihat. COVID-19 menjadi berbahaya ketika sudah berada di dalam tubuh tetapi yang terpapar tidak sadar kalau sudah membawa virus itu hingga akhirnya menyebarkannya ke orang lain, apalagi pada orang-orang lanjut usia yang memiliki riwayat penyakit bawaan. Di sinilah pentingnya melakukan social distancing, untuk mengurangi risiko penularan kepada orang-orang yang rentan terhadap penyakit.

Orang dengan penyakit pneumonia banyak menjadi korban kematian COVID-19. “Sel darah putih kita sebetulnya bisa melawan virus yang masuk, tetapi kalau daya tahan tubuh kita lemah, sel darah putihnya berkurang banyak, bisa menimbulkan radang. Radang ini bisa membuat alveoli bengkak, menghasilkan cairan yang sangat kental sehingga pertukaran udara menjadi tidak berjalan, itu yang menyebabkan sesak. Gejala-gejala tersebut sering terjadi pada pneumonia, antara lain sesak nafas, nyeri dada, batuk, demam dan menggigil, bingung, pusing, nyeri otot, hingga kehilangan kesadaran,” pungkas dokter Jauhari.

Fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia juga sangat terbatas daya tampungnya sehingga ketika virus ini menyebar luas (outbreak) dikhawatirkan akan sulit untuk menanganinya. “Jangan sampai tenaga kesehatan harus memilih siapa yang dirawat dan siapa yang dilepas, karena kan kita sebagai bagian dari tenaga kesehatan menginginkan agar semuanya bisa tertampung. Tenaga kesehatan di Indonesia berisiko tertular karena terus-menerus terpapar, kita bisa membantu dengan tidak membuat mereka lelah,” tambah dokter yang akrab dipanggil DJ ini.

Docotel Official Blog_Website_Self Awareness Coronavirus

Berbagai informasi yang menyebar melalui media massa, media social, atau pesan singkat seperti Whatsapp semakin hari semakin banyak. Oleh karena itu, kita harus bersikap kritis. Pemerintah juga telah menyediakan situs khusus terkait Covid-19 dengan kolom khusus untuk mengajukan pertanyaan dan melaporkan hoaks. Hingga saat ini, belum ada arahan untuk lockdown dari presiden, maka penting untuk terus menjaga kesehatan dengan menghindari kerumunan. Jika memang belum mengalami gejala-gejala yang signifikan, tidak perlu memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit, cukup dengan beristirahat saja di rumah.

Galakkan Kebersihan (Hygiene)!

Usahakan untuk mencuci tangan dengan sabun juga air yang mengalir, serta yang utama adalah mengurangi sentuhan. Guna melindungi diri sendiri, cuci tangan sebelum makan dan setelah menyentuh barang yang disentuh orang lain. Untuk melindungi orang lain, gunakan tangan yang bersih saat menyentuh barang orang lain atau menyerahkan barang ke orang lain. Meminimalkan kontak dengan orang lain merupakan hal penting yang harus kita lakukan.

Mencuci permukaan yang akan disentuh langsung dengan tangan (meja, komputer, sandaran tangan, kursi, telepon) juga penting untuk dilakukan. Lakukan pembersihan setelah kita atau orang lain menyentuh barang tersebut. Sentuhlah wajah apabila sudah cuci tangan, sebaiknya mencuci barang setelah kita menerimanya dan hanya berikan barang yang sudah kita pastikan bersih ke orang lain. Konsumsi makanan yang sudah matang saja dan pastikan diolah dari sumber yang bersih, serta kurangi berbagi makanan dengan orang lain.

Jangan panik dan jaga sesama, ya!

Jangan panik! Itulah yang bisa kita lakukan di tengah kekhawatiran atas COVID-19 saat ini. Bagaimana caranya agar tidak panik? Misalnya,saat membeli persedian kebutuhan sehari-hari, tidak perlu membeli banyak atau bahkan menimbunnya. Hindari rush buying yang justru dapat menjadi sumbu kepanikan. Jika tetap tenang, pasokan bahan pokok akan terus aman!

Kita juga harus jaga sesama, seperti memprioritaskan penggunaan masker bagi yang memerlukan atau orang sakit. Begitu pun dengan penggunaan penyanitasi tangan (hand sanitizer) di tempat umum, pastikan orang lain juga mendapatkannya. Jangan memanfaatkan fasilitas publik untuk keperluan pribadi saja. Lalu, lakukan pencegahan diri berupa hygiene yang baik dan flatten the curve agar memperlambat penyebaran virus dan angka kasus tidak terlalu banyak. Dengan begitu, orang-orang yang membutuhkan masih dapat ditampung oleh rumah sakit.

Selalu ingat, apabila menunjukkan gejala yag mirip dengan COVID-19 bisa langsung menghubungi hotline yang sudah disediakan. Jaga diri, jaga sesama, semoga kita selalu sehat, ya!

Baca Juga: Memanfaatkan IoT dan Big Data dengan Benar Bisa Putus Rantai Pandemi COVID-19

Tentang Docotel

Docotel 4.0 meliputi tim yang berdedikasi, berpengalaman, dan ahli dalam menyediakan produk dan solusi yang bernilai tinggi di semua industri. Kami hadir dengan visi mengatasi permasalahan sehingga dapat menciptakan pengalaman terbaik bagi klien.

Lintang Budiyanti

Lintang Budiyanti

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most discussed