Docotel Official Blog
Libra Besutan Facebook dalam Pandangan Internasional dan Bank Indonesia

Libra Besutan Facebook dalam Pandangan Internasional dan Bank Indonesia

Peluncuran mata uang kripto milik Facebook, Libra yang akan dilakukan dalam waktu dekat menuntut pemerintah di seluruh dunia segera membuat regulasi. Hal ini perlu dilakukan mengingat Facebook telah menjadi media sosial yang merajai ruang digital. Serumit apapun sistem keamanan yang mungkin diciptakan untuk melindungi data digital, pasti ada sedikit celah bagi para peretas untuk membobol dan mempermainkannya. Sementara itu, terdapat milyaran pengguna Facebook di seluruh dunia yang dapat dengan mudah menarik pelanggan untuk berinvestasi di Libra tanpa harus melalui proses panjang dan berbelit-belit. Oleh karena itu, dibutuhkan dasar hukum resmi untuk mengatur proses bertransaksi menggunakan Libra.

Tingkat keamanan harus menjadi fokus utama dalam penciptaan dan pengoperasian Libra. Melansir CNBC Internasional, kasus-kasus peretasan yang menimpa bursa cryptocurrency sudah sering terjadi. Pada September 2018 bursa jual-beli cryptocurrency asal Jepang, Zaif dirampok dan mengalami kerugian sebesar US$60 juta. Tak hanya itu, masih banyak lagi kasus yang menimpa bursa cryptocurrency lain seperti Coincheck, BitFinex, dan MTGox.

Bertolak dari berbagai pengalaman tersebut, hingga saat ini cryptocurrency, termasuk Libra, mendapat kritik dari tokoh-tokoh dunia finansial internasional. Christine Lagarde, Direktur Pelaksana International Monetary Foundation (IMF) mengatakan bahwa mata uang digital akan mengguncang sistem perbankan dan harus dimonitor untuk menjaga stabilitas. “Kita tidak ingin inovasi mengguncang sistem sehingga mengganggu stabilitas yang diperlukan,” ungkapnya. Meski pihak Facebook menyatakan menjamin sepenuhnya segala transaksi yang dilakukan konsumen Libra dengan sistem keamanan terbaik, beberapa pihak yang bergelut di bidang financial security tetap skeptis terhadap ancaman peretas yang akan dengan mudah membobol situs dan merusak data-data konsumen.

Dari Negeri Paman Sam, Maxine Waters Ketua Komite Jasa Keuangan Parlemen AS menangguhkan sementara rencana pengembangan dan peluncuran Libra. Maxine menegaskan, “Mengingat masa lalu perusahaan yang bermasalah, saya meminta agar Facebook menyetujui Moratorium mengembangkan cryptocurrency ini hingga kongres dan regulator memiliki kesempatan untuk memeriksa masalah ini dan mengambil tindakan.”

Samwoods, Deputi Gubernur Bank Sentral Inggris seperti yang dikabarkan Reuters pun mengungkapkan peluncuran Libra bisa berhadapan dengan masalah regulasi. “Tampaknya jelas bahwa hal seperti ini bisa sangat penting dari sudut pandang regulasi. Regulator mungkin harus memikirkan perlakuan terbaik untuk aset baru ini,” tuturnya saat hadir dalam konferensi keuangan di Brussel.

Beberapa pernyataan dari berbagai pihak internasional tersebut merefleksikan masih ada keraguan dari stakeholder sistem keuangan dunia atas hadirnya Libra. Alasan keamanan tetap menjadi faktor utama mengapa petinggi-petinggi di bidang keuangan secara terang-terangan meragukan bahkan menolak kehadiran Libra. Sepertinya pernyataan CEO Facebook, Mark Zuckerberg terkait Libra akan cukup mampu memangkas waktu dan tenaga serta mempermudah konsumen untuk dapat bertransaksi secepat mengirim foto masih kurang kuat untuk meyakinkan mereka.

Lintang Budiyanti

Lintang Budiyanti

teresa iswara

teresa iswara

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most discussed