Docotel Official Blog
docotel official blog - Dark Web, Sisi Kelam Penggunaan Internet

Dark Web, Sisi Kelam Penggunaan Internet

Kebocoran data di salah satu marketplace Indonesia yang belum lama ini terjadi membuat masyarakat memperbincangkan deep web dan dark web. Rumor yang beredar, data-data yang dicuri tersebut tersimpan di deep web dan dark web. Sebenarnya, seperti apakah deep web dan dark web? Kenapa kasus-kasus kelam dunia internet kerap dihubungkan dengan keduanya?

Dunia internet dapat kita bayangkan seperti gunung es. Bongkahan es yang tampak di atas permukan air merupakan surface web. Sementara itu, bongkahan es yang ada di bawah permukaan air terdiri dari deep web dan dark web. Deep web berisikan konten internet yang tidak dapat dicari oleh sistem pencarian standar (web browser). Jadi, apabila mesin pencari seperti Google atau Internet Explore tidak dapat menemukan apa yang kita cari, maka kemungkinan besar hasil pencarian masih tersimpan di dalam deep web yang cukup sulit diakses. Perlu diketahui, jawaban-jawaban dari Google yang selama ini mudah kita temukan masih termasuk surface web yang merupakan 0,03% bagian saja dari internet.

Di 2001, informasi pada deep web diperkirakan 400-550 kali lebih besar dari surface web dan sejak itu pertumbuhannya semakin masif. Selama ini, mungkin sebagian dari kita mengira deep web hanya berisi informasi dasar, seperti kata sandi e-mail, nama pengguna akun berbayar seperti Netflix atau Spotify, atau nomor rekening yang terhubung dengan internet banking. Kenyataannya, informasi-informasi tersebut langsung bisa diakses melalui formulir data pengguna yang sudah terenkripsi di Cloud. Deep web memiliki informasi terenkripsi yang tidak hanya dapat diakses oleh orang-orang normal, tetapi juga oknum penjahat kelas kakap yang dapat membahayakan nyawa seseorang.

Informasi yang dapat membahayakan berada pada dark web. Dark web hanyalah 0,1% bagian dari deep web. Butuh pengetahuan mengenai security system yang cukup mendalam untuk mengakses “underground internet” ini. Istilah underground atau bawah tanah dikaitkan dengan dark web karena selama ini aktivitas di sana lebih banyak berkaitan dengan kerahasiaan dan kejahatan di dunia maya (cybercrime). Dark web dapatmemasuki ranah penjualan obat-obat terlarang hingga perdagangan manusia (human trafficking).

Onion Router (Tor) dan Perdagangan Anak

Onion Router (Tor) merupakan sistem jaringan yang dirancang guna menciptakan traffic secara anonim dengan struktur berlapis. Tor dapat mengarahkan permintaan pengguna melalui jaringan komputer dengan menghilangkan identitas pengirim dan penerima. The Verge mengungkapkan, hosting gratis dengan JavaScript yang dieksploitasi dapat menimbulkan sistem keamanan internet menjadi rentan, hal ini digunakan untuk meretas situs-situs dengan enkripsi tinggi dan menyalahgunakannya untuk kepentingan individu atau kelompok.

Kasus perdagangan anak untuk konten pornografi ditemukan di Irlandia pada 2013. Seorang pria bernama Eric Eoin Marques berhasil ditangkap oleh FBI dan dinobatkan sebagai “Penyedia Situs Pornografi Anak Terbesar di Dunia” dan harus menghadapi hukuman penjara selama 30 tahun di Amerika Serikat. Situs ini ia buat menggunakan jaringan Tor. Tak berhenti sampai di situ, Silk Road, sebuah pasar online dengan sistem jaringan deep web pun ramai di kalangan para hackers dan kriminal untuk menjual obat-obatan terlarang juga ladang terbesar yang digunakan untuk pornografi anak.

Untuk menangani kasus ini, University of Pennsylvania, Philadelpia, US bersama seluruh Sekolah Menengah Negeri di daerah Philadelpia menganalisis data pengguna deep web yang terkait dengan perdagangan anak dan eksploitasi seksual. Para penggagas dan aktivis juga bekerja sama dengan Tellfinder Alliance, sebuah perusahaan mitra yang khusus menangani kasus-kasus perdagangan illegal, dalam upaya membasmi jaringan mafia internasional yang menggunakan internet untuk kepentingan-kepentingan yang tidak manusiawi.

Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa Tor merupakan situs yang memang disediakan secara terbuka untuk mempelajari deep web. Tor cukup terkenal dan banyak digunakan untuk mengakses deep web dan dark web secara aman. Namun, dengan tersedianya situs semacam ini, hackers justru mendapatkan peluang semakin besar untuk membobol data-data rahasia.

“TKP” Penjualan Narkoba dan Obat-obat Terlarang

Dalam laporan The Economist, seorang peneliti dengan nama samaran Gwern Branwen berhasil mengumpulkan informasi sebesar 1,5 terabytes dari 360.000 penjualan yang dilakukan di marketplace bernama Agora, Evolution, dan SilkRoad 2. Dalam dua tahun, angka penjualan obat-obatan terlarang mencapai 50 juta US Dollar. Penjualan dan pembelian di berbagai marketplace ini dilakukan sepenuhnya menggunakan uang elektronik seperti bitcoin, yang nilai tukarnya sangat fluktuatif.

Obat-obatan terlarang yang dijual dalam dark web antara lain marijuana, ekstasi, dan kokain. Nilai penjualannya pun cukup fantastis, mulai dari 5,2 hingga 7,7 juta US Dollar, atau setara dengan 82-113 miliar rupiah. Penjualan peralatan untuk “menikmati” obat-obatan terlarang tersebut juga tak kalah laris, mulai dari bong, Pink Panther, dan GorrilaGlue yang kegunaannya hanya diketahui oleh para penggunanya.

Melansir tirto.id, Amir Lakhani, Senior Security Strategist Fortinet mengungkapkan fenomena gunung es deep web hanya sekitar 30% yang dapat terlihat dan 1000 kali lebih besar dari web yang kita gunakan setiap hari. Penangkapan Ross Ulbrich, pencipta Silk Road generasi pertama yang dijatuhi hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat, tidak lantas mengurangi para hackers untuk tetap mengulik deep web hingga muncullah Silk Road 3, disusul kemunculan situs-situs lain seperti Operation Onymus, Cloud 9, dan Hydra.

Sisi kelam dunia internet memperingatkan kita untuk menyelami dunia internet dengan selalu berhati-hati agar data-data yang kita masukkan tidak bocor ke situs-situs dark web. Oleh karena itu, keamanan data yang kita unggah melalui Cloud lebih baik dimasukkan dengan password yang cukup rumit untuk meminimalkan risiko diretas oleh para peretas dark web.

Tentang Docotel

Docotel 4.0 meliputi tim yang berdedikasi, berpengalaman, dan ahli dalam menyediakan produk dan solusi yang bernilai tinggi di semua industri. Kami hadir dengan visi mengatasi permasalahan sehingga dapat menciptakan pengalaman terbaik bagi klien.

Lintang Budiyanti

Lintang Budiyanti

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most discussed