Docotel Official Blog
Docotel Official Blog - Bangun Habitat Baru di Mars, NASA Gunakan Teknologi 3D Printing

Bangun Habitat Baru di Mars, NASA Gunakan Teknologi 3D Printing

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) makin gencar melakukan eksplorasi guna memindahkan manusia ke luar angkasa.  Bahkan, NASA mengadakan kompetisi 3D-Printed Habitat Challenge dalam rangka menantang para arsitek untuk membangun tempat tinggal baru di Mars dengan teknologi 3D Printing. Tak main-main, NASA memberi bantuan dana bagi pemenang kompetisi ini sebesar $700,000 atau setara Rp11,5 miliar.

Berawal dari “3D-Printed Habitat Challenge”

The ‘Space Architects’ of Mars | The Age of A.I.
property of Youtube Originals

Kompetisi 3D-Printed Habitat Challenge diselenggarakan sebagai upaya menciptakan solusi tempat tinggal bagi para pengelana luar angkasa, khususnya para astronot yang harus melakukan eksplorasi dan penelitian dalam waktu yang cukup lama. AI Space Factory, perusahaan arsitektur asal New York berhasil memenangkan kompetisi ini dengan mengusung sebuah bangunan yang dinamakan Marsha.  AI Space Factory juga berinisiatif membangun hunian bernama TERA yang terletak di bagian utara New York untuk memberi sensasi berlibur bagi masyarakat yang ingin merasakan kehidupan seperti di Planet Mars.

Marsha dibangun dengan material-material yang bisa dengan mudah ditemukan di Planet Mars, yakni basal. Material ini dipilih untuk menekan biaya produksi apabila proyek yang bersama NASA itu akan benar-benar diwujudkan. Memilih material yang sudah ada di Planet Mars menjadi alternatif agar para arsitek tidak perlu repot-repot membawa material bangunan dari bumi. Bahan ini telah melalui uji coba tekanan eskavator NASA, asap, hingga guncangan-guncangan lain yang berpotensi untuk merobohkan bangunan. Marsha terbukti memiliki ketahanan bangunan yang lebih kuat daripada bangunan pesaing yang dibuat oleh tim University of Pennsylvania. Marsha berbentuk oval memanjang seperti telur yang dibuat dengan tujuan menyesuaikan struktur tanah di Mars yang rentan terkena guncangan material ruang angkasa.

Docotel Official Blog -NASA 3D Printed Habitat On mars
NASA 3D-Printed Habitat On MARS, property of AI Space Factory

AI Space Factory dan University of Pennsylvania yang lolos sebagai finalis utama kompetisi ini ditantang untuk merancang bangunan dalam waktu 30 jam tanpa campur tangan manusia. Teknologi 3D Printing dipilih karena mampu menyesuaikan bahan bangunan dengan waktu yang telah ditentukan. Kendala utama teknologi ini hanya perubahan ukuran bangunan yang belum bisa disesuaikan secara otomatis, sehingga dalam prosesnya kedua tim ditantang untuk mengembangkan sebuah program yang dapat memerintahkan secara otomatis. Teknologi 3D Printing harus bisa menyesuaikan input dan mengurangi risiko keruntuhan bangunan di sela-sela proses konstruksi.

Kompetisi telah berlangsung selama tiga tahun. Pada fase pertama di 2015, setiap tim harus mengajukan proposal desain bangunan yang terdiri dari rancangan desain dan bahan yang akan digunakan. Fase kedua pada 2017, mengharuskan setiap tim fokus membuat komponen struktural bangunan dari bahan-bahan yang sudah ditentukan oleh NASA yang ada di Mars. Fase ketiga berlangsung pada 2019, saat kedua tim finalis berkompetisi untuk mengimplementasikan hasil desain dan komponen struktural menggunakan perangkat lunak Building Information Modeling yang terhubung teknologi 3D Printing di On-Site Habitat Competition.

Marsha dan TERA: Alternatif Hunian Makhluk Bumi

Docotel Official Blog-NASA 3D Printed Habitat On Mars
TERA: How is it like to live on Mars? property of AI Space Factory

AI Space Factory telah menyedot perhatian publik atas keberhasilan proyek Marsha. Untuk melengkapi karyanya, perusahaan ini berinisiatif mendirikan TERA, sebuah “koloni” yang terletak di sepanjang Sungai Hudson, New York Utara. Jika Marsha dibangun dengan jenis batuan basal yang banyak terdapat di Mars, maka TERA dibangun dengan bahan-bahan yang bersifat mudah di daur ulang, seperti fiberglass dan biopolymer 3D. Bahan-bahan lain juga dikembangkan dari tanaman jagung dan tebu agar tidak merusak lingkungan, seperti beton atau batu-batu kali.

Melansir CNBC, TERA terdiri dari dua lantai yang terletak di tengah hutan. Lantai satu merupakan ruang tamu yang dilengkapi dengan kamar mandi dan dapur untuk memudahkan aktivitas sehari-hari. Ada juga bangku-bangku di area rekreasi yang menghadap langsung ke teras depan dan ke Sungai Hudson. Untuk menuju lantai dua, terdapat akses dengan tangga kayu yang akan menuntun penghuninya menuju ruang tidur, area makan, dan ruang berkumpul.

Docotel Official Blog-NASA 3D Printed Habitat On Mars
TERA: How is it like to live on Mars? property of AI Space Factory

Proyek TERA merupakan hasil kampanye AI Space Factory melalui Indiegogo guna mengumpulkan donasi dari para investor teknologi, utamanya yang bergerak di bidang 3D Printing. Bagi kalian yang berminat mengunjungi TERA dan merasakan sensasi menginap layaknya di Mars, siap-siap merogoh kocek sebesar 175-500 dollar AS per malam, ya! AI Space Factory mengungkapkan, semua hasil kunjungan akan digunakan untuk misi ilmiah yang fokus pada teknologi 3D Printing sebagai alternatif baru untuk menyelamatkan bumi dari kepunahan.

Baca Juga: IoT dan 3D Printing, Wujudkan Cita-cita Indonesia Jadi Kota Pintar

Tentang Docotel

Docotel 4.0 meliputi tim yang berdedikasi, berpengalaman, dan ahli dalam menyediakan produk dan solusi yang bernilai tinggi di semua industri. Kami hadir dengan visi mengatasi permasalahan sehingga dapat menciptakan pengalaman terbaik bagi klien.

Avatar photo

Lintang Budiyanti

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most discussed

Advertisement