Docotel Official Blog
apa itu chatbot 4

Apa itu Chatbot? Pahami Pengertian, Cara Kerja, dan Keuntungan Menggunakan Chatbot

 

Apa itu chatbot–Chatbot merupakan  sebuah program komputer yang memungkinkan interaksi dengan manusia melalui teks atau suara. Chatbot telah menjadi salah satu bentuk kunci dari Kecerdasan Buatan (AI). Kemampuannya untuk mensimulasikan percakapan yang menyerupai manusia membuatnya sangat bermanfaat dalam berbagai lingkungan, baik di instansi maupun bisnis.

 

Bagi pemilik bisnis, terutama dalam ranah digital, pemanfaatan chatbot telah menjadi suatu hal yang sangat penting. Saat pengguna ingin berinteraksi dengan penjual, baik melalui WhatsApp, Facebook Messenger, atau platform media sosial lainnya, pesan mereka sering kali mendapat respons cepat dan otomatis. Ini semua berkat adanya chatbot.

Penggunaan chatbot kini telah meluas, di mana hampir setiap instansi dan bisnis menggunakan teknologi ini untuk melayani pelanggan. Tidak hanya itu, chatbot juga ditemukan dalam perangkat seperti asisten virtual Siri di iPhone atau Google Assistant. Chatbot didesain untuk berbagai tugas, mulai dari interaksi dengan aplikasi seluler hingga pelayanan pelanggan.

Jika kamu berencana mengintegrasikan chatbot ke dalam bisnis kamu, maka kamu dapat dengan mudah menerapkan teknologi AI untuk keperluan verifikasi bisnismu dengan menggunakan layanan RoboChat besutan Docotel Teknologi.

RoboChat adalah adalah teknologi yang dirancang untuk dapat melakukan percakapan intelektual baik teks, audio, dan suara.

apa itu chatbot

Sumber: Docotel Teknologi

Agar semakin memahami apa itu chatbot, mari kita ulas lebih dalam pembahasan menarik ini.

Pengertian Chatbox

Chatbot atau dikenal juga sebagai chatterbox adalah salah satu bentuk kecerdasan buatan yang mampu mensimulasikan percakapan manusia. Fungsinya sangat membantu dalam meringankan beban pekerjaan, terutama dalam menjawab pesan dari pelanggan dengan cepat. Meski tidak bisa menggantikan sepenuhnya peran manusia, chatbot sangat berguna dalam situasi di mana ada banyak pertanyaan dari pelanggan.

Menurut survei dari Oracle, 80% marketer mulai menggunakan chatbot pada tahun 2020 karena dianggap lebih hemat biaya dibandingkan dengan mempekerjakan karyawan.

Ada dua jenis chatbot, yakni yang berorientasi pada tugas dan yang bekerja dengan dasar data dan prediktif. Chatbot yang berorientasi pada tugas memiliki tujuan tunggal dan fokus pada satu fungsi, sementara yang kedua lebih canggih dan interaktif.

Cara Kerja Chatbot

apa itu chatbot

Sumber: Sumber: freepik.com/pch.vector

Sebagai sebuah program ciptaan berbasis Kecerdasan Buatan atau AI ( Artificial Intelligence ), Chatbot mampu menyerupai percakapan manusia melalui berbagai platform seperti pesan aplikasi, situs web, aplikasi seluler, bahkan telepon, disebut sebagai Chatbot.

Teknologi ini yang juga dikenal sebagai asisten digital, mampu memahami dan merespons permintaan pengguna dengan cepat dan relevan. Dalam interaksi antara manusia dan mesin, Chatbot dianggap sebagai salah satu bentuk paling maju dan menjanjikan.

Cara kerja chatbot pada umumnya dilandaskan pada teks dan diprogram untuk memberikan respons terhadap pertanyaan yang sederhana dengan jawaban yang telah dipersiapkan oleh pengembangnya.

Awalnya, kemampuan chatbot hanya sebatas pada menjawab pertanyaan yang telah diprogram sebelumnya, namun kemudian dengan integrasi aturan yang lebih banyak dan Pengolahan Bahasa Alami, chatbot menjadi lebih mampu memahami konteks dan belajar seiring waktu dari bahasa manusia.

Setelah itu, chatbot juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) yang canggih, yang teknologinya bergantung pada pembelajaran mesin ( machine learning ) dan pembelajaran mendalam ( deep learning ). Dengan teknologi ini, interaksi dengan pengguna terus meningkat, bahkan mampu memprediksi kebutuhan pengguna.

Dalam konteks bisnis, chatbot sering diimplementasikan pada situs web perusahaan. Ketika Anda melihat jendela obrolan muncul di layar situs web yang Anda kunjungi, itu adalah chatbot yang bisa Anda gunakan.

Didukung oleh bantuan AI, Pengolahan Bahasa Alami, dan pembelajaran mesin, chatbot memproses data untuk memberikan respons terhadap berbagai permintaan.

Terdapat dua jenis utama chatbot, yaitu sebagai berikut.

1. Chatbot Berorientasi Tugas (Declarative Chatbot)

Chatbot ini difokuskan pada melakukan satu fungsi khusus. Mereka menggunakan Pengolahan Bahas Alami dan sejumlah kecil pembelajaran mesin untuk memberikan respons otomatis yang terasa seperti percakapan terhadap pertanyaan pengguna. Respons yang diberikan cenderung terfokus dan terstruktur, dan biasanya digunakan dalam konteks dukungan dan layanan.

Meskipun menggunakan Pengolahan Bahasa Alami untuk interaksi dengan pengguna, kemampuan chatbot ini masih pada tingkat dasar dan banyak digunakan saat ini.

 

2. Chatbot Berbasis Data dan Percakapan ( Predictive Chatbot )

Chatbot jenis ini, sering disebut sebagai asisten virtual atau asisten digital, jauh lebih canggih, interaktif, dan individual. Mereka memiliki pemahaman kontekstual dan menggunakan pemahaman bahasa alami, NLP, dan pembelajaran mesin untuk belajar dari interaksi sebelumnya dengan pengguna.

Mereka menerapkan kecerdasan prediktif dan analitik untuk memungkinkan personalisasi berdasarkan profil dan perilaku pengguna sebelumnya. Asisten digital dapat belajar dari preferensi pengguna, memberikan rekomendasi, bahkan meramalkan kebutuhan pengguna.

Selain meningkatkan pengalaman pelanggan, chatbot juga memberikan berbagai keuntungan bagi bisnis, seperti efektivitas biaya, penghematan waktu, dan kemampuan mengidentifikasi prospek bisnis. Dengan segala keunggulannya, chatbot telah menjadi solusi yang diminati untuk meningkatkan layanan pelanggan dan efisiensi bisnis.

Di balik layarnya, Chatbot bekerja dengan melakukan dua tugas utama: menganalisis permintaan pengguna dan memberikan respons. Proses ini, meskipun tampak sederhana, sebenarnya cukup kompleks.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika istilah ini dikenal sebagai “bot”, singkatan dari robot internet. Chatbot mampu menirukan percakapan manusia baik dalam bentuk teks maupun suara, yang dapat diaplikasikan di berbagai platform seperti Facebook, WhatsApp, Twitter, dan lainnya.

Mengenai cara kerjanya, seperti yang dijelaskan oleh niagahoster, Chatbot menggunakan keyword atau kata kunci yang telah tertanam dalam sistemnya. Setiap kali Chatbot menerima pertanyaan dari pengguna, ia secara otomatis akan mencocokkan jawaban yang sesuai dengan keyword pertanyaan yang diberikan.

Selain itu, Chatbot juga menggunakan empat metode sistem operasional yang berbeda, termasuk matcher pola, algoritma yang sesuai, berbasis pohon keputusan, dan kontekstual.

Diantara keempat metode tersebut, metode kontekstual menggunakan teknologi kecerdasan buatan dengan machine learning, terutama melalui Natural Language Processing (NLP), seperti yang diungkapkan oleh senseforth.ai.

NLP memungkinkan Chatbot untuk memahami nuansa percakapan manusia dan merespons dengan cerdas, bahkan pada topik yang beragam, menciptakan interaksi yang lebih alami dan terbuka dengan pengguna.

Keuntungan Menggunakan Chatbot

apa itu chatbot

Sumber: freepik.com

 

Keuntungan menggunakan chatbot untuk bisnis sangat beragam. Pertama, chatbot dapat menghemat waktu pelanggan dengan memberikan informasi yang relevan dengan cepat.

Kedua, chatbot meningkatkan kepuasan pelanggan karena selalu tersedia 24/7 untuk memberikan jawaban. Ketiga, penggunaan chatbot juga lebih hemat biaya karena tidak memerlukan biaya gaji karyawan. Keempat, chatbot mengurangi kesalahan dalam memberikan informasi kepada pelanggan.

Beberapa contoh chatbot yang sering digunakan adalah Siri oleh Apple, Duolingo untuk pembelajaran bahasa, dan layanan WhatsApp chatbot dari Organisasi Kesehatan Dunia.

Dengan mempertimbangkan manfaat dan kebutuhan bisnis kamu, penggunaan chatbot bisa menjadi strategi yang sangat menguntungkan untuk meningkatkan layanan pelanggan. Salah satunya dengan memanfaatkan RoboChat milik Docotel Teknologi.

Dengan menggabungkan Sistem Chatbot (Teknologi Berbasis Aturan dan Klasifikasi NLP Intent) dengan Kecerdasan Buatan, Pembelajaran Mesin, dan Generative Pre-trained Transformer (GPT) dengan solusi SAAS, maka terciptalah Super Chatbot.

Kemampuan chatbot ini dapat membantu merevolusi bisnis kamu dengan layanan pelanggan yang dapat memahami dan merespons kebutuhan pelanggan 24/7 secara lebih personal dan mirip manusia.

Produk ini menyediakan Chatbot AI yang secara otomatis berkomunikasi dan bertransaksi dengan pelanggan menggunakan obrolan di berbagai saluran komunikasi seperti email, WhatsApp, FB Messenger, Line, Telegram, situs web, aplikasi seluler, dan saluran lainnya.

Kamu memiliki fleksibilitas untuk memilih dan menyesuaikan produk ini sesuai dengan kebutuhan bisnis kamu. Untuk informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi layanan pelanggan Docotel Teknologi !

Produk terkait chatbot memang sangat bermanfaat. Sebab, fungsi chatbot dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam, termasuk membantu menemukan restoran lokal, memberikan petunjuk arah, menerima pertanyaan layanan pelanggan, mengatur pengingat tugas, memberikan informasi cuaca, dan masih banyak lagi.

Berbagai antarmuka chatbot tersedia tergantung pada fungsinya, seperti bot layanan pelanggan yang menawarkan pilihan pertanyaan yang sesuai.

Kelebihan chatbot terletak pada kemampuannya memberikan respons yang relevan sesuai dengan kondisi pengguna, memberikan pengalaman yang lebih personal. Dalam dunia digital marketing, chatbot meningkatkan interaksi dengan pelanggan, mengurangi waktu tunggu, dan meminimalkan potensi stres.

Namun, chatbot juga memiliki kekurangan, seperti keterbatasan dalam menjawab pertanyaan kompleks dan kurangnya emosi dan personalisasi.

Sebagai contoh, ketika kamu mengalami keterlambatan pengiriman barang, kamu bisa menghubungi Chat Prioritas Platinum di aplikasi e-commerce. Chatbot akan memberitahu kamu tentang alasan keterlambatan pengiriman dan menawarkan opsi pertanyaan yang sesuai.

Proses Pembuatan Chatbot

Proses pembuatan chatbot dapat dilakukan melalui platform seperti RoboChat milik Docotel Teknologi, yang menawarkan fitur perpesanan otomatis untuk membuat chatbot dengan mudah.

Proses pembuatan chatbot ini melibatkan serangkaian tahapan yang penting untuk memastikan kinerja dan keefektifan chatbot yang dihasilkan. Tahapan-tahapan ini tidak hanya mencakup aspek teknis pengembangan, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap pengalaman pengguna ( user experience ) serta tujuan yang ingin dicapai.

Pertama-tama, tahapan dalam pembuatan chatbot dimulai dengan menetapkan tujuan yang jelas. Ini mencakup pemahaman mendalam tentang apa yang ingin dicapai dengan chatbot tersebut. Tujuan ini mungkin bervariasi, mulai dari menyediakan layanan pelanggan yang lebih responsif hingga meningkatkan efisiensi operasional.

Selanjutnya, dalam tahap ini, penting untuk memahami dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap pengalaman pelanggan. Ini melibatkan pemahaman tentang bagaimana pengguna akan berinteraksi dengan chatbot dan bagaimana AI dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas interaksi tersebut.

Hal ini juga dapat melibatkan penggunaan teknologi seperti Natural Language Processing (NLP) untuk memungkinkan chatbot memahami bahasa alami pengguna.

Konsep-konsep dalam pengolahan bahasa alami seperti Natural Language Processing (NLP), Natural Language Understanding (NLU), dan Natural Language Generation (NLG) mungkin sudah tidak asing lagi bagi para penggemar kecerdasan buatan. Meskipun demikian, tidak semua orang familiar dengan kedua konsep terakhir. Jadi, apa sebenarnya NLU dan NLG, dan bagaimana perbedaannya dengan NLP?

Natural Language Processing (NLP) telah menjadi bagian integral dari berbagai aplikasi, mulai dari chatbots hingga asisten virtual seperti Siri dan Alexa. Ini berfokus pada interaksi antara komputer dan manusia melalui bahasa alami, baik dalam bentuk tertulis maupun lisan. NLP mencakup berbagai aspek, termasuk analisis sentimen, chatbots, konversi teks menjadi suara dan sebaliknya, sistem tanya jawab, ringkasan teks, terjemahan mesin, dan penambangan teks.

Natural Language Understanding (NLU), di sisi lain, bertujuan untuk membantu mesin memahami data bahasa manusia. Bahasa manusia seringkali ambigu dan tidak terstruktur, sehingga NLU berfokus pada pemahaman tata bahasa, makna, dan sentimen dari teks. Ini melibatkan pemahaman tentang sintaksis (tata bahasa), semantik (makna), dan pragmatik (konteks) dalam bahasa manusia.

Natural Language Generation (NLG) merupakan proses menghasilkan teks yang bermakna dalam bahasa alami dari data terstruktur. Tujuannya adalah menjelaskan data secara efektif sehingga dapat dipahami oleh manusia. NLG menggunakan berbagai model, termasuk rantai Markov, jaringan saraf rekuren (RNN), jaringan saraf LSTM, dan transformer. Proses NLG ini memungkinkan mesin untuk menghasilkan teks dalam bahasa alami dengan kecepatan tinggi, yang dapat mencapai ribuan halaman per detik.

Meskipun NLU dan NLG merupakan bagian dari NLP, keduanya memiliki peran yang berbeda. NLU bertanggung jawab untuk memahami teks dari pengguna, sementara NLG bertanggung jawab untuk menghasilkan teks sebagai respons atau output. Dengan demikian, NLP dapat dianggap sebagai kerangka kerja yang lebih luas yang mencakup kedua konsep tersebut.

Contoh penggunaan NLP, NLU, dan NLG dalam chatbots menunjukkan bagaimana ketiga konsep ini dapat bekerja bersama untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif dan efisien bagi pengguna. Dengan pemahaman yang tepat tentang niat pengguna dan pemetaan ke respons yang relevan, chatbots yang menggunakan NLP, NLU, dan NLG dapat memberikan bantuan langsung, layanan yang efisien, lebih banyak engagement, serta hemat biaya dan waktu.

Selain itu, dalam tahapan pembuatan chatbot, pemilihan kata kunci yang sering ditanyakan oleh pengguna juga menjadi krusial. Hal ini melibatkan analisis data dan pengidentifikasian pola-pola pertanyaan yang sering diajukan oleh pengguna. Dengan mengetahui kata kunci yang paling umum digunakan, chatbot dapat diprogram untuk memberikan respons yang relevan dan tepat.

Terakhir, tetapi tidak kalah pentingnya, adalah melakukan pengujian dan evaluasi secara terus-menerus untuk meningkatkan efisiensi chatbot. Ini melibatkan pengujian secara menyeluruh terhadap fungsionalitas chatbot, termasuk respons terhadap pertanyaan yang berbeda serta kemampuan chatbot untuk memahami dan merespons dengan benar.

Pengujian ini dapat dilakukan menggunakan berbagai metode, mulai dari uji coba pengguna hingga analisis data interaksi pengguna secara real-time.

Dengan menjalani tahapan-tahapan ini secara sistematis dan teliti, pembuatan chatbot dapat menghasilkan solusi yang efektif dan efisien untuk berbagai kebutuhan bisnis maupun layanan.

 

Kesimpulan

Chatbot merupakan sebuah program komputer yang memfasilitasi interaksi melalui teks atau suara, kini telah menjadi elemen penting dalam dunia bisnis dan layanan. Dengan kecerdasan buatan yang ditanamkan di dalamnya, chatbot mampu menciptakan simulasi percakapan manusia, memberikan respons cepat dan otomatis kepada pelanggan, baik itu melalui platform WhatsApp, Facebook Messenger, ataupun media sosial lainnya.

Penggunaan chatbot tidak hanya terbatas pada lingkup bisnis, namun juga merambah ke berbagai bidang dan instansi. Mereka hadir dalam berbagai bentuk, seperti asisten virtual, yang membantu pengguna dalam berbagai tugas mulai dari interaksi dengan aplikasi hingga pelayanan pelanggan.

Proses pembuatan chatbot melibatkan beberapa tahapan penting, seperti menetapkan tujuan yang jelas, memahami dampak kecerdasan buatan terhadap pengalaman pengguna, serta pemilihan kata kunci yang relevan. Melalui pengujian dan evaluasi berkelanjutan, chatbot dapat terus ditingkatkan untuk mencapai efisiensi yang lebih baik.

Dengan pemahaman yang tepat tentang konsep-konsep seperti Natural Language Processing (NLP), Natural Language Understanding (NLU), dan Natural Language Generation (NLG), chatbot dapat memberikan pengalaman interaktif dan efisien bagi pengguna. Oleh karena itu, chatbot menjadi solusi yang diminati dalam meningkatkan layanan pelanggan dan efisiensi operasional bisnis.

Jika kamu mengidamkan sebuah teknologi yang dapat membantu layanan pelanggan dengan dasbor terpadu yang terintegrasi dengan semua saluran dan chatbot bertenaga AI, maka sudah saatnya kamu berkenalan dengan RoboChat milik Docotel Teknologi. Dengan mengombinasikan kekuatan yang sudah ada dengan teknologi, maka akan menjadikan channel baru dan bisa menjadi ujung tombak pelayanan konsumen.

 

teresaiswara

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most discussed

Advertisement