Docotel Official Blog
Mengulik Verifikasi KYC 1

Mengulik Verifikasi KYC

KYC atau Know Your Customer merupakan salah satu prinsip utama yang dipegang oleh banyak instansi keuangan dan perbankan untuk mengenali calon nasabah maupun nasabah yang telah mereka miliki.

Dalam menjamin kelancaran proses transaksi dan layanan keuangan yang diberikan, KYC juga memegang banyak peranan penting. 

Untuk lebih memahami terkait apa itu KYC, verifikasi KYC, dan banyak hal lainnya para pembaca blog Docotel bisa menyimak informasi di bawah ini!

 

Definisi KYC

KYC atau Know Your Customer merupakan sebuah kebijakan yang diadopsi oleh institusi keuangan dan bank untuk mengidentifikasi dan mengawasi identitas serta aktivitas transaksi dari nasabah mereka. Implementasi KYC ini menjadi kunci penting dalam proses pendaftaran nasabah di bank, memastikan bahwa informasi yang disediakan oleh nasabah akurat, valid, dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Penggunaan teknologi keuangan KYC atau Know Your Customer dalam proses pendaftaran nasabah di bank merupakan keputusan strategis yang diambil untuk mengurangi risiko keuangan yang meliputi korupsi, pencucian uang, dan tindakan kejahatan keuangan lainnya. 

Mengulik Verifikasi KYC 2

 

Salah satu tujuan utama penerapan KYC adalah untuk memastikan bahwa institusi keuangan memahami identitas dan profil nasabah secara menyeluruh.

Melalui KYC, bank memiliki kemampuan untuk melakukan verifikasi identitas nasabah dengan meminta dokumen dan informasi yang relevan.

Hal ini memungkinkan bank untuk mengenali dan memahami karakteristik unik dari setiap nasabah, serta memperoleh wawasan yang mendalam tentang sumber dan tujuan dana yang digunakan.

Selain itu, penerapan KYC juga dimaksudkan untuk melindungi rekening nasabah dari berbagai kejahatan, seperti pencurian identitas dan penipuan.

Dengan mengumpulkan informasi yang akurat dan lengkap tentang nasabah, bank dapat mengurangi risiko transaksi yang merugikan dan menjaga kepentingan finansial nasabah.

Ketika suatu produk atau layanan teknologi keuangan tidak memanfaatkan fasilitas KYC, nasabah berpotensi mengalami kerugian yang signifikan.

Tanpa proses verifikasi identitas yang memadai, nasabah menjadi rentan terhadap tindakan kejahatan finansial oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dampaknya bisa berupa kerugian materiil seperti kehilangan dana, reputasi yang rusak, serta dampak psikologis yang bisa timbul.

Oleh karena itu, pentingnya penerapan KYC dalam teknologi keuangan tidak dapat dipandang sebelah mata. Ini merupakan langkah preventif yang sangat efektif dalam menjaga keamanan dan kredibilitas sistem keuangan, serta melindungi kepentingan nasabah.

 

Definisi Verifikasi KYC

KYC verification atau verifikasi KYC sendiri seperti yang sudah dijelaskan di atas memiliki kaitan erat dengan dunia perbankan serta FinTech atau financial technology.

Fungsi utama dari proses verifikasi KYC, atau Know Your Customer, adalah untuk melakukan proses identifikasi terhadap profil dan identitas nasabah atau calon nasabah yang melakukan transaksi atau mengajukan pinjaman melalui bank atau FinTech.

Penerapan KYC ini memiliki peran yang sangat signifikan dalam proses pendaftaran nasabah di bank, serta bertujuan untuk memastikan bahwa setiap informasi yang tersimpan dalam rekening nasabah telah terverifikasi dengan benar dan autentik.

Dalam konteks ini, verifikasi KYC menjadi langkah awal yang krusial dalam menjaga integritas sistem keuangan dan mencegah berbagai aktivitas kejahatan keuangan, seperti pencucian uang, pendanaan terorisme, atau pencurian identitas.

Dengan memastikan bahwa setiap nasabah atau calon nasabah telah diidentifikasi dengan benar, bank atau lembaga keuangan dapat mengurangi risiko penyalahgunaan rekening atau transaksi ilegal yang dapat merugikan pihak lain.

Selain itu, penerapan KYC juga membantu bank atau FinTech dalam membangun hubungan yang lebih kuat dengan nasabahnya, karena memungkinkan mereka untuk memahami kebutuhan dan preferensi nasabah dengan lebih baik.

Dengan memiliki informasi yang lengkap dan terverifikasi dengan baik tentang nasabah, bank dapat memberikan layanan yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan individu, meningkatkan kepuasan nasabah serta membangun kepercayaan yang lebih besar.

Selanjutnya, verifikasi KYC juga dapat menjadi alat yang efektif dalam memerangi tindakan penipuan atau kejahatan finansial lainnya.

Dengan membandingkan informasi yang diberikan oleh nasabah dengan data yang ada dalam database internal atau eksternal, bank dapat dengan cepat mendeteksi dan mencegah upaya penipuan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dengan demikian, fungsi verifikasi KYC tidak hanya terbatas pada pemenuhan aturan dan regulasi yang berlaku, tetapi juga memiliki dampak yang luas dalam menjaga keamanan sistem keuangan, membangun hubungan yang baik dengan nasabah, serta melindungi kepentingan finansial nasabah dan institusi keuangan secara keseluruhan.

Salah satu contoh implementasi eKYC yang patut dicatat adalah E-KYC yang dikembangkan oleh Docotel Teknologi.

E-KYC merupakan singkatan dari Electronic Know Your Customer, merupakan sebuah platform yang dirancang untuk menyediakan layanan identifikasi dan verifikasi yang efisien terhadap calon nasabah maupun nasabah yang ada. 

Platform ini beroperasi dengan mengandalkan data kependudukan yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DUKCAPIL).

E-KYC dari Docotel ini memiliki sejumlah fitur yang dirancang khusus untuk membantu proses identifikasi dan verifikasi data nasabah secara efisien.

Fitur-fitur ini tidak hanya memungkinkan lembaga keuangan untuk memverifikasi identitas nasabah, tetapi juga untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang profil nasabah tersebut. Berikut beberapa fitur utama yang tersedia dalam platform E-KYC dari Docotel.

  • Data Validation (NIK, Nama, TTL)
  • Face Recognition (Passive Liveness)
  • Face Recognition (Active Liveness)
  • Slik Checking & Automated Slik Report
  • Grade Recommendation
  • Mobile Phone Verification
  • Phone Age Verification
  • Phone Extra Verification
  • Income Verification
  • Negative Record Verification
  • Workplace Verification
  • Custom Risk Category
  • Customized Desired Outcome

Mengulik Verifikasi KYC 3

Docotel Teknologi

 

Prinsip KYC

Prinsip Know Your Customer merupakan sebuah prinsip yang digunakan untuk perbankan Indonesia lebih mengenal nasabah dan calon nasabahnya.

Secara khusus prinsip KYC atau Know Your Customer Principle ini diatur di dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 3/10/PBI/2001 terkait Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles) (PBI 3/2001) dan perubahannya.

Perlu diketahui pula, terdapat sebuah istilah identitas nasabah yang tercantum di dalam Pasal 1 angka 2 Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/21/PBI/2003 Tahun 2003 terkait Perubahan Kedua Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 3/10/PBI/2001 tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles) (‘PBI 5/2003”) yang secara lengkap berbunyi sebagai berikut.

Prinsip Mengenal Nasabah adalah prinsip yang diterapkan Bank untuk mengetahui identitas nasabah, memantau kegiatan transaksi nasabah termasuk pelaporan transaksi yang mencurigakan.


Proses KYC dan Pentingnya Prosedur KYC

Dalam proses pelaksanaan prosedur Know Your Customer telah ditetapkan oleh bank untuk melibatkan semua tindakan yang dibutuhkan untuk memastikan setiap nasabah yang mereka miliki nyata dan menilai dan memantau risiko yang ada.

Proses penerimaan klien ini sendiri membantu dalam mencegah serta mengidentifikasi resiko-resiko seperti pencucian uang, pendanaan terorisme, serta skema korupsi ilegal lainnya yang dapat merugikan bagi pihak perbankan.

Proses KYC atau Know Your Customer meliputi sejumlah tahapan verifikasi yang bertujuan untuk memvalidasi identitas dan informasi nasabah dengan cermat. 

Salah satu tahapan penting dalam proses ini adalah verifikasi KTP atau Kartu Tanda Penduduk atau dokumen identifikasi resmi lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Melalui verifikasi KTP, lembaga keuangan dapat memastikan bahwa informasi yang diberikan oleh nasabah sesuai dengan data yang tercantum dalam dokumen resmi yang sah.

Selain itu, proses KYC juga melibatkan proses verifikasi wajah, yang merupakan salah satu fitur utama dalam teknologi KYC digital.

Dengan memanfaatkan teknologi pengenalan wajah, calon nasabah atau nasabah yang sudah ada diminta untuk mengambil foto wajah mereka menggunakan kamera ponsel atau webcam.

Sistem kemudian akan membandingkan foto tersebut dengan foto identifikasi resmi yang tercantum dalam dokumen yang diunggah, sehingga memastikan bahwa nasabah yang melakukan transaksi adalah orang yang sama dengan yang terdaftar dalam dokumen identifikasi.

Selain verifikasi KTP dan wajah, proses KYC juga mencakup verifikasi dokumen tambahan sebagai bukti alamat.

Berbagai dokumen ini bisa berupa tagihan listrik, tagihan air, atau dokumen lain yang mencantumkan alamat tempat tinggal nasabah. Dengan memverifikasi dokumen tersebut, lembaga keuangan dapat memastikan bahwa alamat yang terdaftar dalam data nasabah sesuai dengan alamat yang tercatat dalam dokumen resmi.

Terakhir, proses KYC juga dapat melibatkan verifikasi biometrik, seperti sidik jari atau pengenalan suara.

Melalui teknologi ini, nasabah dapat melakukan verifikasi identitas mereka dengan cara yang lebih aman dan efisien.

Dengan memanfaatkan verifikasi biometrik, lembaga keuangan dapat memastikan bahwa nasabah yang melakukan transaksi adalah orang yang sah dan bahwa identitas mereka terverifikasi secara akurat.

Dengan melibatkan serangkaian tahapan verifikasi ini, proses KYC bertujuan untuk memastikan keabsahan dan keamanan setiap transaksi keuangan serta mencegah adanya tindakan kejahatan finansial seperti pencucian uang dan penipuan identitas.

Semua bank esndiri juga harus mematuhi segala peraturan yang ada dalam prosedur KYC ini sendiri beserta peraturan anti pencucian uang yang digunakan untuk membatasi penipuan.

Semua tanggung jawab atas kepatuhan Know Your Customer ini sendiri berada di tangan bank dan jika tidak dipenuhi maka hukuman berat bisa diterapkan pada orang yang bersangkutan.

Di negara seperti Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, serta Asia Pasifik, total denda sebesar USD 26 miliar sendiri telah dikenakan kepada pihak yang tidak memenuhi aturan yang telah dibuat terhadap AML, KYC, serta denda sanksi selama sepuluh tahun terakhir dari tahun 2008 hingga 2018.

Mengulik Verifikasi KYC 4

Pexels

 

Manfaat KYC

Dalam penerapannya, proses KYC di lembaga keuangan dan perbankan merupakan suatu hal dasar yang seharusnya dijalankan. Hal ini dikarenakan proses ini memiliki banyak manfaat bukan hanya bagi keamanan lembaga keuangannya namun juga untuk konsumennya.

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari Know Your Customer yang harus kamu ketahui, sebagai berikut.

  • Memberikan jaminan perlindungan serta keamanan

Proses Know Your Customer (KYC) tidak hanya bertujuan untuk memvalidasi identitas nasabah dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, tetapi juga memiliki dimensi yang lebih luas dalam melindungi nasabah dan lembaga keuangan dari berbagai risiko keamanan dan keuangan.

Salah satu aspek utama dari penerapan KYC adalah memberikan jaminan perlindungan dan keamanan dari berbagai bentuk kerugian serta penipuan yang disebabkan oleh transaksi ilegal atau tidak wajar.

Dengan memastikan bahwa informasi identitas nasabah terverifikasi dengan benar, lembaga keuangan dapat mengurangi risiko terjadinya penyalahgunaan akun dan transaksi yang tidak sah.

Proses KYC memungkinkan lembaga keuangan untuk memeriksa riwayat transaksi nasabah secara lebih cermat, sehingga memungkinkan mereka untuk mendeteksi pola transaksi yang mencurigakan atau tidak wajar.

Dengan demikian, KYC membantu dalam mencegah aksi kejahatan seperti pencurian identitas, penipuan kartu kredit, dan pencucian uang.

Selain itu, KYC juga berperan dalam melindungi nasabah dari risiko keuangan yang tidak terduga.

Dengan memahami profil risiko setiap nasabah, lembaga keuangan dapat memberikan saran dan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan nasabah.

Misalnya, jika seorang nasabah terdeteksi memiliki riwayat transaksi yang tidak konsisten atau berisiko tinggi, lembaga keuangan dapat memberikan peringatan atau menyarankan langkah-langkah mitigasi risiko yang tepat.

Selain manfaat langsung bagi nasabah, penerapan KYC juga memberikan keuntungan bagi lembaga keuangan itu sendiri.

Dengan memastikan bahwa setiap transaksi dan hubungan bisnis dipantau dan diverifikasi dengan baik, lembaga keuangan dapat membangun reputasi yang kuat sebagai entitas yang dapat dipercaya dan aman.

Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan nasabah dan investor, serta menjaga integritas pasar keuangan secara keseluruhan.

Dengan demikian, KYC bukan hanya merupakan kewajiban hukum yang harus dipatuhi oleh lembaga keuangan, tetapi juga merupakan strategi yang efektif dalam mengelola risiko keamanan dan keuangan, serta melindungi kepentingan nasabah dan lembaga keuangan secara keseluruhan.

 

  • Mengukur adanya risiko money laundering

Proses KYC juga penting untuk menilai dan mengelola risiko pencucian uang (money laundering) yang terkait dengan nasabah. 

Pencucian uang adalah praktik ilegal di mana individu atau organisasi mencoba untuk menyembunyikan asal-usul dana yang diperoleh secara ilegal atau melalui kegiatan kriminal dengan memasukkannya ke dalam sistem keuangan yang sah.

Dengan memverifikasi identitas dan profil nasabah secara cermat, lembaga keuangan dapat mengidentifikasi apakah ada tindakan mencurigakan atau tidak wajar yang mungkin terkait dengan pencucian uang.

Misalnya, jika seorang nasabah melakukan serangkaian transaksi besar-besaran yang tidak sesuai dengan profil keuangannya, hal ini dapat menjadi indikasi adanya aktivitas mencurigakan.

Dengan memahami risiko pencucian uang yang terkait dengan nasabah, lembaga keuangan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk mengurangi kemungkinan terjadinya pencucian uang.

Ini bisa mencakup penerapan prosedur tambahan untuk memantau transaksi yang mencurigakan, memberikan pelatihan kepada staf tentang tanda-tanda pencucian uang, atau bahkan menolak layanan kepada nasabah yang terlibat dalam aktivitas mencurigakan.

Selain itu, KYC juga membantu lembaga keuangan untuk mematuhi peraturan anti pencucian uang atau AML (AntiMoney Laundering) yang diberlakukan oleh regulator. 

Dengan memastikan bahwa setiap nasabah telah melewati proses verifikasi KYC yang ketat, lembaga keuangan dapat menunjukkan kepada regulator bahwa mereka telah melakukan langkah-langkah yang wajar untuk mencegah pencucian uang dan mematuhi peraturan yang berlaku.

Dengan demikian, proses KYC tidak hanya membantu dalam mengidentifikasi nasabah yang berpotensi terlibat dalam pencucian uang, tetapi juga membantu lembaga keuangan untuk memitigasi risiko pencucian uang dan mematuhi peraturan AML yang berlaku.

Ini merupakan langkah penting dalam menjaga integritas sistem keuangan dan mencegah penggunaan sistem keuangan untuk tujuan kriminal.

 

  • Memberikan perlindungan dari kerugian dan penipuan atas transaksi dana ilegal

Menyediakan lapisan perlindungan yang penting bagi nasabah untuk mencegah kerugian finansial dan penipuan yang mungkin timbul sebagai akibat dari transaksi keuangan yang tidak konvensional atau melanggar hukum.

Dengan menerapkan proses KYC yang ketat, institusi keuangan dapat mengidentifikasi dan menganalisis setiap transaksi nasabah untuk memastikan bahwa aktivitas tersebut sesuai dengan standar kepatuhan dan tidak melanggar hukum.

Ini bertujuan untuk melindungi nasabah dari risiko finansial yang tidak diinginkan dan menjaga integritas serta kepercayaan dalam sistem keuangan.

 

  • Proses verifikasi identitas yang lebih cepat dan hemat biaya

Proses verifikasi identitas nasabah yang cepat dan efisien menjadi lebih memungkinkan terutama ketika institusi keuangan menggunakan teknologi e-KYC.

Dengan memanfaatkan e-KYC, proses verifikasi dapat dilakukan secara otomatis dan instan, menghemat waktu dan biaya yang biasanya diperlukan dalam proses manual tradisional.

Demikian penjelasan singkat terkait proses verifikasi KYC hingga berbagai manfaat terkait KYC atau Know Your Customer yang penting dijalankan oleh setiap lembaga keuangan dan perbankan. Semoga informasi di atas bermanfaat bagi para pembaca Docotel!

teresaiswara

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most discussed

Advertisement