Docotel Official Blog
Cyber Attack Adalah Kejahatan Digital yang Tidak Terlihat 1

Cyber Attack Adalah Kejahatan Digital yang Tidak Terlihat

Apa itu cyber attack? Apakah kamu sudah pernah mendengar istilah cyber attack?

Di era digital, banyak kejahatan yang “tidak terlihat”, tapi nyatanya ada dan sangat berbahaya. Kejahatan ini menyusup tanpa terdeteksi.  Diantaranya, cyber attack menjadi ancaman yang patut diwaspadai. Yuk, simak artikel dari blog Docotel berikut ini!

Internet telah menjadi medan yang rentan, tempat dimana identitas dan privasi rentan terhadap penyusupan tak terlihat. Cyber attack mengintai di balik layar, menunggu kesempatan untuk melumpuhkan atau mencuri data berharga. Oleh karena itu, kesadaran akan risiko ini menjadi semakin penting.  Cyber attack adalah sebuah kejahatan yang tidak terlihat yang mampu merusak sistem komputer.

Pada dasarnya, perkembangan teknologi memang membawa banyak manfaat, tetapi juga membuka peluang bagi para penyerang siber untuk menjalankan serangan yang berpotensi merusak suatu bisnis, institusi, maupun individu.

Diperlukan langkah-langkah pencegahan yang kuat dan pemahaman yang mendalam akan bahaya yang mengintai di dunia maya. Kewaspadaan dan persiapan menjadi kunci untuk melawan ancaman ini.

Artikel Docotel kali ini akan mengulas secara mendalam mengenai pengertian cyber attack adalah sebuah kejahatan digital yang tidak terlihat, alasan sebuah perusahaan perlu mewaspadainya, jenis yang paling umum, dan tentunya cara untuk mengatasi cyber attack. Simak artikel berikut ini sampai habis, ya!

 

Pengertian Cyber Attack

Cyber Attack Adalah Kejahatan Digital yang Tidak Terlihat 2

Sumber: freepik

 

Perkembangan teknologi telah membawa banyak manfaat bagi umat manusia, namun dengan kemajuan ini juga muncul ancaman baru dalam bentuk serangan siber. Cyber attack adalah kejahatan yang sering kali dilakukan secara daring (online), mengintai di belakang layar dengan tujuan merusak sistem komputer, mencuri data berharga, atau bahkan mengganggu layanan digital yang vital. Bentuk-bentuk serangan ini sangat bervariasi, mulai dari aksi peretasan yang bertujuan mencuri informasi rahasia, penyebaran malware yang dapat merusak perangkat dan jaringan, hingga serangan Denial-of-Service (DoS) yang membanjiri server dengan permintaan palsu sehingga layanan menjadi tidak berfungsi.

Perilaku cyber attack adalah seringkali didorong oleh motif yang beragam. Beberapa melakukan serangan demi keuntungan finansial, seperti pencurian data pribadi atau rahasia perusahaan untuk dijual di pasar gelap digital. Ada juga yang bertujuan politis, dengan melakukan serangan terhadap infrastruktur penting suatu negara atau lembaga pemerintah sebagai bentuk protes atau sabotase. Selain itu, terdapat juga penyerang yang hanya ingin menunjukkan keahlian mereka atau mencari sensasi dengan menyebabkan kerusakan yang luas.

Sederhananya, cyber attack adalah tindakan kejahatan yang dilakukan oleh para hacker yang mempunyai tujuan untuk merusak sistem atau jaringan komputer. Selain dapat menyebabkan berbagai kerusakan, cyber attack juga biasanya dilakukan untuk mencuri suatu data yang ada pada database cloud.

Ancaman cyber attack tidak mengenal batas. Perusahaan besar, lembaga pemerintah, bahkan individu biasa dapat menjadi target empuk bagi penyerang siber yang tidak bermoral. Dengan semakin berkembangnya teknologi, cyber attack pun semakin kompleks dan sulit dideteksi. Cyber attack terus mengembangkan metode baru dan memanfaatkan celah keamanan yang belum terdeteksi sebelumnya.

Penting bagi setiap entitas digital, baik itu perusahaan, lembaga pemerintah, maupun individu, untuk meningkatkan kesadaran akan ancaman ini dan mengambil langkah-langkah perlindungan yang tepat. Ini termasuk investasi dalam sistem keamanan yang handal, pemantauan aktif terhadap aktivitas mencurigakan, serta pelatihan bagi karyawan atau pengguna agar lebih waspada terhadap potensi serangan siber. Hanya dengan langkah-langkah proaktif ini, kita dapat melindungi diri kita dari bahaya yang mengintai di dunia maya yang semakin kompleks ini.

 

Jenis-jenis Cyber Attack

Terdapat beragam jenis cyber attack yang telah dikembangkan oleh para penyerang siber itu sendiri. berikut ini 7 jenis cyber attack yang biasanya terjadi di dalam dunia bisnis. Berikut penjelasannya:

  • Malware

Malware adalah kependekan dari malicious software, dan merupakan jenis serangan yang paling umum dan serbaguna dalam ranah cyber. Merupakan perangkat lunak berbahaya yang diciptakan untuk merusak, mencuri data, atau bahkan mengambil alih sistem komputer korban. Berbagai jenis malware dapat ditemui, mulai dari virus, trojan, worm, hingga ransomware.

 

  • Virus

Virus merupakan jenis malware yang dapat menempel pada program atau file lain, kemudian menyebar dengan cara menginfeksi program-program lain di dalam sistem. Virus dapat merusak atau menghapus data, serta melakukan replikasi diri.

 

  • Trojan

Trojan adalah jenis malware yang menyamar sebagai suatu program atau file yang sah, tetapi pada saat dijalankan, memberikan akses ke komputer korban kepada penyerang.

 

  • Worm

Worm adalah jenis malware yang mampu menyebar secara otomatis melalui jaringan dan tidak memerlukan interaksi manusia. Worm dapat dengan cepat menginfeksi banyak komputer.

 

  • Ransomware

Ransomware mengenkripsi data atau sistem komputer korban, kemudian menuntut pembayaran tebusan agar data tersebut dikembalikan atau sistem dibuka kembali.

 

  • Phising

Phising adalah jenis serangan yang mencoba memperdaya pengguna dengan maksud untuk mengungkapkan informasi pribadi atau rahasia, seperti kata sandi, nomor kartu kredit, atau data perbankan sensitif lainnya. Penyerang sering kali mengirim e-mail atau pesan palsu yang meniru entitas yang dapat dipercaya, seperti bank atau layanan online terkemuka, dengan tujuan memperdayai korban. 

Metode cyber attack ini sering mengandalkan teknik manipulasi psikologis untuk membuat korban terjebak dalam kecurigaan palsu dan mengungkapkan informasi yang berharga. Kesadaran akan taktik phishing dan kewaspadaan terhadap e-mail atau pesan yang mencurigakan menjadi kunci untuk melindungi diri dari ancaman ini.

 

  • Serangan DoS (Denial-of-Service)

Serangan Denial-of-Service (DoS) adalah jenis cyber attack  yang bertujuan untuk membuat sistem atau layanan menjadi tidak berfungsi dengan cara membanjiri server atau jaringan dengan lalu lintas yang sangat tinggi. Dampaknya, layanan menjadi tidak tersedia bagi pengguna yang sah. 

Cyber attack dalam bentuk DoS dapat mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan dan gangguan operasional yang serius bagi perusahaan atau organisasi yang menjadi target. Selain itu, DoS juga dapat menyebabkan reputasi yang buruk bagi target yang diserang, karena ketersediaan layanan yang terganggu dapat menimbulkan ketidakpuasan pelanggan dan kehilangan kepercayaan dari masyarakat luas. Oleh karena itu, perlindungan terhadap serangan DoS menjadi penting bagi setiap entitas yang beroperasi secara online.

 

  • Serangan Man-in-the-Middle (MitM)

Cyber attack pada jenis Man-in-the-Middle (MitM) terjadi ketika seorang penyerang berhasil menyusup ke dalam komunikasi yang sedang berlangsung antara dua entitas yang sah, seperti pengguna dan server, atau dua pengguna. Penyerang ini kemudian dapat memantau, mengakses, bahkan memodifikasi data yang ditransmisikan antara kedua pihak tersebut tanpa sepengetahuan mereka. 

Dengan kemampuan ini, serangan ini dapat dimanfaatkan untuk mencuri informasi rahasia, seperti kata sandi atau data kartu kredit, atau bahkan untuk mengganggu jalannya komunikasi, seperti menyuntikkan pesan-pesan palsu atau mengalihkan arus lalu lintas data. MitM merupakan ancaman yang serius dalam lingkungan komunikasi digital, dan perlindungan terhadap serangan ini memerlukan penggunaan teknologi keamanan yang canggih dan kesadaran yang tinggi dari pengguna untuk mengenali tanda-tanda aktivitas yang mencurigakan.

 

  • Serangan SQL Injection

Cyber attack jenis SQL Injection adalah teknik di mana penyerang menyisipkan kode SQL yang berbahaya ke dalam input aplikasi web, dengan tujuan untuk mendapatkan akses tidak sah ke basis data yang terkait serta data yang tersimpan di dalamnya. Melalui serangan ini, penyerang dapat melakukan berbagai aksi yang merugikan, seperti mengambil, mengubah, atau bahkan menghapus data dari basis data tersebut. 

Ancaman SQL Injection menjadi sangat serius karena dapat memberikan akses kepada penyerang untuk melakukan manipulasi data atau bahkan mengambil alih kontrol atas aplikasi web yang terhubung dengan basis data. Oleh karena itu, penting bagi pengembang web untuk memahami dan menerapkan praktik-praktik keamanan yang tepat untuk melindungi aplikasi web mereka dari serangan ini.

 

  • Serangan Zero-Day

Serangan Zero-Day terjadi saat penyerang memanfaatkan kelemahan dalam perangkat lunak atau sistem yang belum diketahui oleh pengembangnya. Karena kerentanan ini belum terungkap atau dilaporkan kepada pihak yang berwenang, tidak ada langkah pencegahan yang dapat diambil sebelumnya.

Dalam konteks ini, penyerang dapat secara cepat dan efektif mengeksploitasi kerentanan tersebut tanpa ada peringatan sebelumnya bagi pengguna atau pengelola sistem. Ancaman Zero-Day menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan terhadap keamanan siber dan perlunya upaya terus-menerus dalam mendeteksi dan mengatasi kerentanan secepat mungkin setelah ditemukan.

 

  • Serangan Password Brute Force

Cyber attack jenis ini melibatkan penyerang yang mencoba berbagai bentuk kombinasi yang memungkinkan untuk menebak kata sandi pengguna dengan kecepatan tinggi. Mereka dapat menggunakan perangkat lunak khusus yang secara otomatis mencoba berbagai kombinasi hingga berhasil masuk ke akun korban. 

Metode ini dikenal sebagai serangan Brute Force, di mana penyerang secara sistematis mencoba setiap kemungkinan kombinasi karakter untuk mengakses akun pengguna tanpa izin. Dengan kecepatan komputasi yang tinggi, serangan ini dapat berhasil dalam waktu yang relatif singkat, terutama jika kata sandi pengguna tidak cukup kuat. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk menggunakan kata sandi yang kompleks dan unik serta untuk mengaktifkan fitur keamanan tambahan, seperti otentikasi dua faktor, untuk melindungi akun mereka dari serangan ini.

 

Cara Mengatasi Cyber Attack

Cyber Attack Adalah Kejahatan Digital yang Tidak Terlihat 3

Sumber: freepik

 

Untuk melindungi suatu Perusahaan dari ancaman cyber attack adalah tugas yang cukup krusial. Maka, berikut ini terdapat beberapa cara jitu yang dapat membantu dalam mengatasinya:

  • Memasang Security Key

Hindari terjadinya cyber attack ke dalam sistem perusahaan dengan memasang sebuah proteksi pada keamanan cyber. Sebagai langkah pencegahan terhadap cyber attack, perusahaan bisa menggunakan security key.

Security key merupakan sebuah perangkat fisik yang dapat digunakan untuk mengamankan sistem komputer. Seperti security key yang dimiliki oleh Docotel Teknologi. Docotel Teknologi menjadi reseller resmi produk Yubico, yang menawarkan berbagai solusi otentikasi yang aman dan andal, baik untuk individu maupun perusahaan. Yubico dibangun sepenuhnya untuk meningkatkan keamanan dan memberikan autentikasi modern sehingga mampu melindungi akses ke komputer maupun sistem komputer perusahaan.

Otentikasi perangkat keras dengan multi-protokol ini tentu saja dapat mencegah pengambilalihan akun. Cyber security yang dimiliki oleh Docotel ini dirancang khusus untuk melindungi akses ke komputer, jaringan, dan layanan online lainnya yang mendukung OTP, kode autentikasi. Perangkat ini juga sangat mudah digunakan dan didukung oleh protokol ganda. Yubico juga didukung dengan protocol ganda di antaranya:

  • FIPS yang merupakan standar yang ditetapkan oleh National Institute of Standard and Technology (NIST) Amerika Serikat  dalam sistem computer dalam Lembaga pemerintahan non militer dan kontraktor pemerintah.
  • FIDO, singkatan dari Fast Identity One, merupakan standar autentikasi yang dapat mengurangi ketergantungan dunia pada kata sandi atau password.
  • FIDO merupakan otentikasi yang kuat untuk suatu web yang terdiri dari Web Authen dan Client to Authenticator Protocol 2 (CTAP 2).
  • U2F adalah singkatan dari Universal 2nd Factor, yang merupakan standar yang dapat memperkuat otentikasi 2FA menggunakan perangkat USB atau NFC khusus.

Cyber Attack Adalah Kejahatan Digital yang Tidak Terlihat 4 Cyber Attack Adalah Kejahatan Digital yang Tidak Terlihat 5

Sumber: Docotel Teknologi

 

Oleh karena itu, Perusahaan bisa menggunakan Yubico untuk memberikan perlindungan pada cyber attack secara menyeluruh. Yubico bisa menjadi solusi keamanan siber terdepan yang dapat membantu mencegah cyber attack yang dapat merusak bisnis. 

 

  • Pemantauan Secara Terus Menerus

Pemantauan berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mendeteksi serangan sedini mungkin. Perusahaan harus secara aktif memonitor lalu lintas jaringan serta aktivitas sistem mereka guna mengidentifikasi potensi serangan. Hal ini memungkinkan respons yang cepat dan pengimplementasian tindakan pencegahan segera setelah ada indikasi terjadinya cyber attack. 

Dengan melakukan pemantauan secara terus-menerus, perusahaan dapat lebih responsif dan efektif dalam menjaga keamanan sistem mereka dari cyber attack yang mungkin terjadi.

 

  • Meningkatkan Keamanan Perangkat Seluler

Di era perangkat seluler, perusahaan harus memastikan bahwa perangkat seluler karyawan dilengkapi dengan perlindungan yang memadai. Tindakan ini termasuk aktivasi penguncian layar menggunakan PIN atau sidik jari, enkripsi data yang kuat, serta penggunaan perangkat lunak keamanan seluler terbaru.

Kehilangan atau pencurian perangkat seluler dapat membuka pintu bagi penyerang untuk mengakses informasi sensitif atau merusak keamanan sistem. Oleh karena itu, upaya perlindungan yang komprehensif pada perangkat seluler menjadi sangat penting bagi perusahaan untuk mengurangi risiko kebocoran data atau serangan siber yang tidak diinginkan.

 

  • Pembaruan Pada Perangkat Lunak

Pembaruan perangkat lunak secara teratur sangat penting untuk mengatasi kerentanan dalam perangkat dan sistem. Perusahaan harus selalu menjaga agar perangkat lunak dan sistem operasi tetap terbaru dengan menginstal pembaruan keamanan yang dirilis oleh penyedia perangkat lunak. Langkah ini akan membantu melindungi sistem dari kemungkinan eksploitasi oleh cyber attack.

 

  • Perencanaan Pemulihan Darurat

Menyusun rencana pemulihan darurat merupakan langkah kunci dalam menghadapi cyber attack. Rencana tersebut harus mencakup langkah-langkah yang akan diambil dalam menghadapi serangan, seperti pemulihan data, isolasi jaringan yang terinfeksi, dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait. 

Dengan memiliki rencana pemulihan darurat yang baik, perusahaan dapat lebih siap dalam mengatasi dampak dari cyber attack yang mungkin terjadi, serta dapat mempercepat proses pemulihan untuk meminimalkan kerugian yang mungkin timbul.

Itulah pemahaman tentang cyber attack. Sederhananya, cyber attack adalah suatu tindakan kriminal yang dilakukan di dunia digital. Melalui artikel Docotel ini, selain mengetahui pengertian dari cyber attack, pembaca juga jadi memahami jenis cyber attack dan cara mengatasi jika terkena cyber attack.

Perlu diingat bahwa cyber attack ini mampu merusak reputasi Perusahaan, kerugian finansial, dan juga mengganggu operasional harian. Maka dari itu, investasi dalam keamanan siber dan implementasinya pada praktik keamanan menjadi suatu langkah yang dianjurkan.

Untuk informasi mengenai cara mengatasi serangan siber maupun tentang teknologi lainnya yang berkaitan, dapat ditemukan pada artikel Docotel Teknologi lainnya.

teresaiswara

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most discussed

Advertisement