Docotel Official Blog
Top 5 Pekerjaan IT yang Paling Dicari di 2024

Top 5 Pekerjaan IT yang Paling Dicari Tahun Ini

Pekerjaan IT paling dicari – Perkembangan teknologi akan selalu menjadi topik hangat untuk diulas karena pertumbuhannya yang sangat cepat dan membawa dampak mendunia di berbagai sektor. Salah satu yang paling dekat dan dapat kita rasakan adalah perubahan terhadap dunia pendidikan.

Di tahun 2019 kurikulum sekolah sudah perbaharui menjadikan teknologi dan komputer menjadi salah satu subjek pelajaran yang akan diajarkan yang sebelumnya pernah dihapus di tahun 2013. Pengembalian mata pelajaran teknologi informasi dan informatika ini menurut kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi guna menghidupkan kembali pendidikan informatika sehingga membuka peluang baru bagi para siswa memperkuat keterampilan berpikir logis dan sistematis untuk menghadapi kemajuan teknologi dan tantangan kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence ).

Top 5 Pekerjaan IT yang Paling Dicari di 2024

Menjadi bagian perkembangan teknologi di Tanah Air, Docotel Teknologi telah mendedikasikan diri secara konsisten dengan menghadirkan berbagai solusi berbasis teknologi, salah satunya dengan menggagas Keypoin yang merupakan inovasi teknologi e-KYC ( electronic-Know Your Customer ) .

Keypoin merupakan sebuah agregator  platform terbaik untuk kebutuhan e-KYC, yang mengubah cara kita memverifikasi dan menganalisis data pelanggan dengan mudah dan aman. Sebagai platform e-KYC terintegrasi, Keypoin memastikan hadirnya pengalaman yang lancar dan otomatis, baik melalui integrasi API maupun portal yang mudah digunakan. Keypoin merupakan sebuah solusi terpadu di mana proses identifikasi dan verifikasi dilakukan dengan cepat, aman, dan tanpa repot, berkat penggunaan berbagai metode dan teknologi canggih.

Di tahun 2020, buah dari pertumbuhan teknologi di dunia menempatkan pekerjaan di bidang teknologi di urutan pertama sebagai pekerjaan dengan peminat dan penghasilan tertinggi. Di tengah arus digitalisasi global, masyarakat terjebak dalam kecanduan akan inovasi teknologi yang menjanjikan solusi praktis, efektif, dan secepat kilat. Kebutuhan tenaga spesialis di teknologi ini membuka jalan bagi kita untuk mulai membangun karier yang menjanjikan ke depannya.

Di artikel kali ini kita akan membahas 5 tenaga spesialis yang paling dicari oleh lembaga dan perusahaan besar di seluruh dunia.

5 Pekerjaan IT serta Peran dan Tanggung Jawabnya

  1. Software Developer

Sering dijadikan bahan humor sebagai buruh ketik di kalangan komunitas IT, berkarier sebagai developer akan membuat kamu menjadi penulis andal. Namun, berbeda dengan penulis buku atau berita, kamu akan menulis baris kode yang sering disebut coding.

Seperti penulis pada umumnya, bahasa yang dapat kamu gunakan saat membuat sebuah program juga beragam, di antaranya Javascript, Java, C++, Python, PHP, dan yang menjadi primadona tahun ini adalah bahasa pemrograman Golang. Lalu, produk yang dihasilkan oleh seorang software developer adalah program yang berjalan di halaman website maupun aplikasi mobile kamu.

Dengan role pekerjaan IT yang memiliki bidang ilmu paling luas, software developer dibagi menjadi 3 bagian, sebagai berikut.

 

A. Backend Developer

Walaupun hanya tampil di belakang, seorang backend developer bertugas menjaga hampir seluruh logika dari aplikasi yang sedang berjalan. Setiap aplikasi tentunya memiliki data yang sewaktu waktu diperlukan, program yang dibangun oleh backend developer akan bertanggung jawab dalam pengambilan, pemrosesan, dan pengiriman data tersebut hingga dapat digunakan dan dinikmati pengguna.

Contohnya saja adalah bagaimana data barang atau produk yang di-input oleh penjual dapat sampai ke user dan dapat diakses melalui website maupun aplikasi yang ada di smartphone pengguna di manapun berada. Seperti menyelesaikan puzzle, seorang backend developer atau backend engineer  adalah juru kunci dalam menemukan solusi terhadap masalah yang ada di depan mata.

B. Frontend Developer

Seluruh proses yang telah dikerjakan oleh backend developer memang menjadi solusi inti dari setiap masalah yang dihadapi. Namun, solusi tersebut hanya akan bermanfaat jika dapat langsung dimanfaatkan oleh pengguna. Bayangkan jika pengguna hanya dihadapkan pada kolom-kolom atau baris-baris data mentah. Ini tidak hanya akan menimbulkan kebingungan, tetapi juga rasa jenuh saat mencoba memahami maksud dan arti dari data tersebut.

Di sinilah peran frontend developer menjadi sangat vital. Tugas utama kamu adalah mengubah data kompleks dan logika yang telah disusun oleh backend developer menjadi antarmuka yang intuitif dan mudah digunakan. Singkatnya, seorang frontend developer adalah jembatan yang menghubungkan signal dan kebutuhan pengguna dengan sistem. Front developer: Mengubah data mentah menjadi pengalaman yang memikat dan solutif bagi pengguna.

Buat kamu pembaca setia Docotel yang ingin melebarkan sayap dan berkarier sebagai front end developer, ada beberapa stack teknologi yang akan banyak kamu temui seperti HTML, CSS, dan JavaScript. Dengan kemajuan tren teknologi yang cepat, saat ini website yang dinamis dan responsif lebih diminati, dan kamu perlu memahami  teknologi di belakang itu semua, yaitu framework modern seperti React, Angular, dan Vue.js.

Top 5 Pekerjaan IT yang Paling Dicari di 2024

Sumber: Freepik

 

C. Mobile Developer

Kecintaan dunia terhadap smartphone memicu revolusi dalam pengembangan aplikasi mobile. Akses yang lebih nyaman melalui perangkat smartphone membuat banyak situs web kini beralih ke aplikasi mobile . Perbedaan mendasar antara aplikasi mobile dan aplikasi desktop bukan hanya terletak pada sistem operasinya yang berbeda, tetapi juga pada pendekatan personalisasi yang ditawarkan oleh aplikasi mobile. Aplikasi ini dirancang untuk lebih dekat dengan pengguna, dengan harapan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka dengan lebih mulus dan serba instan.

Pasar pengembangan aplikasi mobile kini tengah menjadi sorotan utama. Popularitasnya yang meroket di berbagai sektor, seperti kesehatan dan pemerintahan, menciptakan peluang bisnis yang beragam dan membuka jalan bagi transformasi digital dengan kreativitas tanpa batas. Ekosistem yang disediakan oleh App Store dan Google Play Store juga semakin luas dan menguntungkan, memberikan kesempatan bagi siapa saja yang tertarik untuk mengembangkan dan memasarkan aplikasi mereka.

Bahasa pemrograman yang digunakan oleh para mobile developer saat ini sangat bergantung pada platform yang mereka targetkan. Bagi mereka yang ingin mengembangkan aplikasi untuk pengguna Apple dengan sistem operasi iOS, Swift adalah pilihan utama. Sedangkan untuk calon pengembang aplikasi berbasis Android, Kotlin dan Java adalah bahasa pemrograman yang dominan.

Dengan berbagai alat dan sumber daya yang tersedia, dunia pengembangan aplikasi mobile benar-benar menjadi taman bermain bagi para inovator. Di era di mana smartphone menjadi sahabat setia, aplikasi mobile adalah jantung yang memompa inovasi, kenyamanan, dan personalisasi langsung ke tangan pengguna, menjadikan setiap pengalaman terasa lebih mulus dan serba instan. Tentu ini menjadi awal yang baik untuk kamu yang ingin berkarier di dunia IT.

2. Product Manager/Product Owner

Menjadi seorang product manager atau product owner yang sukses bukan hanya soal menguasai satu bidang, tetapi juga tentang memiliki perspektif yang luas dan fleksibel. Menurut wakil presiden LinkedIn, seorang product manager yang baik harus berpikir seperti seorang developer, memiliki insting seorang desainer, dan berbicara dengan keahlian diplomatik.

Terdengar seperti tantangan besar? Memang! Tapi itulah yang membuat peran ini begitu menarik dan penting. Tanpa keterampilan yang tepat dari seorang product manager, sebuah produk bisa kehilangan arah dan gagal memenuhi potensinya.

Membangun aplikasi atau website yang sukses memerlukan perencanaan yang matang dan roadmap yang jelas, yang sejalan dengan strategi bisnis yang telah dirancang dari awal. Ini semua menjadi tanggung jawab product manager, yang harus mampu menggabungkan dunia teknologi (apa yang dilakukan oleh para developer) dengan tujuan bisnis. Jika kamu memiliki kecintaan pada teknologi dan latar belakang dalam bisnis, peran ini bisa menjadi pilihan karier yang ideal untukmu.

Sebagai pilar utama dalam sebuah proyek, product manager bertugas untuk menjembatani berbagai divisi, seperti tim engineer, termasuk developer dan quality assurance, dan tim non-engineer (seperti IT analyst dan UI/UX designer) melalui sprint yang dilakukan berkala agar progress dari masing-masing role tetap terpantau. Selain itu yang paling penting, menjadi perantara antara pengguna maupun client.

3. Artificial Intelligence Engineer (AI Engineer)

Digadang sebagai primadona teknologi informasi di lima tahun terakhir ini, Artificial Intelligence membuka lapangan pekerjaan baru untuk penggiat dunia IT salah satunya adalah AI Engineer. Beberapa mahakarya AI saat ini yang sudah meramaikan pasar global adalah pengenalan wajah ( face recognition ) dan biometrik yang menjadi bagian dari tren teknologi computer vision, virtual assistant, chatbot, dan teknologi NLP seperti ChatGPT milik OpenAI.

Di Indonesia, Docotel Teknologi telah mampu menciptakan teknologi AI yang tidak kalah dengan produk luar negeri. Docotel Teknologi kini sudah mengantongi portofolio dari beberapa perusahaan dan instansi besar di Tanah Air seperti Bank BNI. Teknologi Keypoin E-KYC yang dibangun oleh Docotel teknologi mengadopsi biometric validation menggunakan facial recognition system (Active dan  Passive Liveness Detection), data validation (verifikasi data NIK, Nama, dan tanggal lahir), yang saat ini sudah terintegrasi dengan Dukcapil (Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil) sebagai instansi penerbit dan penyedia layanan informasi identitas nasional.

Dengan algoritma yang diciptakan AI engineer diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang kompleks untuk skala besar. Kemampuan untuk berkolaborasi lintas tim seperti data scientist, software engineer, dan spesialis AI engineer sangat penting dalam memastikan bahwa solusi AI yang dikembangkan tidak hanya inovatif tetapi juga relevan dan dapat diimplementasikan dalam berbagai konteks industri.

4. UI/UX Designer

Dekat dan memiliki empati terhadap user, menjadi core dan pesona tersendiri jika berkarier di bidang ini. Berbicara tentang teknologi informasi tidak selamanya tentang code, sistem, data, pada akhirnya segala solusi yang kita bangun dinilai oleh user sendiri. Tanpa pendekatan yang tepat, semua upaya dan ide yang kita tuangkan jika tepat sasaran dan menimbulkan masalah baru bagi user akan sia-sia. Oleh karena itu memiliki empati pengguna dan komunikasi yang baik, juga mampu mentransformasi keinginan user melalui desain sistem yang sesuai adalah tugas utama seorang UI/UX designer.

Design is thinking made visual , tanpa gambaran dari seorang UI/UX designer, tim front end akan menemui kesulitan mengaplikasikan keinginan user dengan tepat, hal ini akan menyebabkan aplikasi akan terasa kaku dan mungkin sulit digunakan. Interface yang baik adalah ketika elemen yang kamu desain tidak dibutuhkan instruksi khusus saat menggunakannya. Pengalam pengguna ( User Experience ) didefinisikan sebagai perasaan emosional, sosial, utilitas user ketika menggunakan aplikasi atau servis.

Beberapa tools yang paling populer saat ini digunakan di antaranya Figma, Adobe Photoshop, dan Zeplin. Tools ini akan menunjang keseharian seorang UI/UX dan tentunya gratis. Buat kamu yang memiliki kemampuan desain digital dan dapat bekerja lintas tim dan komunikasi yang baik, tentunya role ini akan sangat cocok denganmu.

5. Quality Assurance / Software Tester

Menjaga konsistensi aplikasi sepanjang awal pengembangan hingga masa rilis adalah tanggung jawab seorang quality assurance atau software tester. Seorang software tester bertugas menciptakan test case untuk menguji fungsionalitas, skalabilitas, dan konsistensi aplikasi/servis selama masa pengembangan. Beberapa elemen yang akan diuji oleh quality assurance / software tester adalah sebagai berikut.

A. UI/UX dan Fungsionalitas aplikasi

Menguji apakah semua fitur dan fungsionalitas aplikasi berfungsi dengan benar sesuai spesifikasi yang telah ditentukan. Menguji antarmuka pengguna (UI) untuk memastikan konsistensi desain, responsivitas, dan kemudahan penggunaan ( usability ) yang baik.

B. Keamanan/Security

Memastikan bahwa aplikasi memiliki lapisan keamanan yang memadai untuk melindungi data pengguna dan sistem dari ancaman keamanan seperti serangan hacker atau malware.

C. Kompatibilitas Environment

Menguji aplikasi untuk memastikan kompatibilitasnya dengan berbagai sistem operasi (seperti Windows, macOS, Android, iOS) dan perangkat keras yang berbeda.

D. Integration Test

Memvalidasi interaksi antara berbagai komponen atau sistem dalam aplikasi untuk memastikan bahwa mereka berfungsi bersama dengan benar.

E. Regression Test

Memeriksa bahwa pembaruan atau perubahan pada aplikasi tidak mempengaruhi fungsionalitas yang sudah ada sebelumnya (regresi).

F. Pengujian Database

Memastikan bahwa operasi database seperti pengambilan data, penyimpanan, dan penghapusan berjalan dengan benar dan efisien.

G. Pengujian API

Memvalidasi fungsi API (Application Programming Interface ) untuk memastikan bahwa permintaan dan tanggapan API beroperasi sesuai yang diharapkan.

Top 5 Pekerjaan IT yang Paling Dicari di 2024

Sumber: Freepik

 

Pengujian yang komprehensif dan sistematis oleh quality assurance atau software tester sangat penting untuk memastikan bahwa aplikasi yang dikembangkan tidak hanya berfungsi dengan baik secara teknis, tetapi juga memberikan pengalaman yang baik bagi pengguna akhir dan menjaga konsistensi bisnis modelnya.

Berikut beberapa tools yang digunakan oleh quality assurance atau software tester dan kegunaannya.

a. Automated Testing Tools

  • Selenium: Framework pengujian otomatis untuk web applications.
  • Appium: Untuk pengujian otomatis aplikasi mobile.
  • JUnit: Framework pengujian unit untuk Java.
  • Pytest: Framework pengujian unit untuk Python.
  • Cypress: Framework pengujian end-to-end untuk aplikasi web modern.
  • Postman: Untuk pengujian API secara otomatis.

b. Performance Testing Tools

  • JMeter: Untuk melakukan pengujian beban (skalabilitas) dan kinerja aplikasi.
  • LoadRunner: Untuk pengujian beban dan kinerja yang lebih canggih.
  • Gatling: Framework pengujian kinerja yang open-source.

Kualifikasi, Peluang Karier, dan Tantangan dalam Dunia IT

Di era digital yang terus berkembang, karir di bidang Teknologi Informasi (IT) menawarkan berbagai peluang menarik bagi para profesional yang memiliki keterampilan teknis yang solid. Tidak melulu membutuhkan latar belakang pendidikan terkait, kenyataannya banyak tenaga ahli IT saat ini datang dari berbagai latar belakang pendidikan berbeda, dengan sumber pengetahuan yang sudah bisa ditemukan di internet maupun buku buku dipasaran kamu sudah bisa memulai langkah awalmu sebagai pegiat IT.

Mulai dari pengembang perangkat lunak yang menguasai beberapa bahasa pemrograman hingga spesialis keamanan jaringan yang cakap dalam melindungi data sensitif, setiap peran dalam industri IT memerlukan pemahaman mendalam tentang teknologi terkini. Gelar teknik komputer dan sertifikasi industri seperti CISSP atau sertifikasi Cisco sering kali menjadi nilai tambah yang penting dalam menarik perhatian perekrut.

Di Indonesia kini sudah tersedia berbagai jenis lembaga atau akademi untuk menyediakan pelatihan atau sertifikasi untuk berbagai role seperti software developer, quality assurance, mobile developer secara gratis maupun berbayar.

Peluang karir di bidang IT terus meluas seiring dengan pertumbuhan teknologi. Perusahaan-perusahaan besar di berbagai sektor, dari keuangan hingga kesehatan dan hiburan, semakin mengandalkan keahlian IT untuk mengelola infrastruktur mereka, menganalisis data, dan meningkatkan keamanan sistem mereka. Ini memberikan kesempatan bagi para profesional IT untuk terlibat dalam proyek-proyek inovatif dan berdampak besar, sambil terus mengasah keterampilan kamu dalam lingkungan yang dinamis.

Namun, seperti halnya setiap industri yang didorong oleh teknologi, IT juga dihadapkan pada tantangan unik. Keamanan data menjadi perhatian utama, dengan upaya terus-menerus untuk memperkuat sistem terhadap serangan cyber yang semakin canggih.

Tidak hanya itu, kecepatan perubahan teknologi memerlukan profesional IT untuk tetap terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan terbaru dalam artificial intelligence atau kecerdasan buatan, cloud computing , dan Internet of Things . Meskipun tantangan ini nyata, kita berkesempatan berinovasi dan memimpin transformasi digital yang mendefinisikan masa depan industri global.

Setelah membaca dan memahami bagaimana orang-orang di balik aplikasi bekerja, apakah kamu siap untuk terjun ke dalam dunia IT yang penuh dengan peluang dan tantangan? Mari bersama-sama kita eksplorasi dan ciptakan inovasi untuk mewujudkan masa depan teknologi yang lebih baik!

Kamu juga bisa mengetahui lebih banyak mengenai dunia teknologi atau IT dengan membaca informasi yang tersedia di blog Docotel Teknologi .

teresaiswara

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most discussed

Advertisement