Docotel Official Blog
teknologi pendukung e-kyc 4

Teknologi Pendukung e-KYC: Mampu Meningkatkan Keamanan Transaksi Perbankan

Di sektor perbankan dan teknologi finansial ( fintech ), verifikasi identitas pengguna atau nasabah menjadi salah satu proses yang paling krusial. Selain memastikan keamanan transaksi secara keseluruhan, proses ini dikenal sebagai Know Your Customer (KYC) , adalah kunci untuk memastikan bahwa data yang diberikan sah untuk disimpan dalam akun bank atau layanan finansial yang digunakan.

teknologi pendukung e-kyc 4

Di era digital saat ini, peraturan KYC di perbankan dan layanan fintech mewajibkan dilakukan secara elektronik. Proses yang umumnya menggunakan otentikasi biometrik ini dikenal dengan sebutan Electronic Know Your Customer atau e-KYC.

Salah satunya adalah KeyPoin e-KYC milik Docotel Teknologi yang mampu mengubah cara untuk melakukan verifikasi dan analisis data pelanggan dengan aman. Dapat dibayangkan jika sebuah solusi komprehensif di mana proses identifikasi dan verifikasi berlangsung dengan cepat, aman, dan tanpa kerumitan, berkat penerapan berbagai metode dan teknologi canggih. Sebagai platform e-KYC yang terintegrasi, KeyPoin e-KYC menjamin pengalaman yang mulus dan otomatis, baik melalui integrasi API maupun portal yang user-friendly .

Dalam artikel Docotel kali ini, kita akan membahas tentang evolusi e-KYC di Indonesia serta berbagai teknologi yang digunakan dalam e-KYC untuk menjaga keamanan transaksi perbankan.

 

Evolusi e-KYC di Indonesia

Know Your Customer (KYC) adalah serangkaian protokol yang dilakukan oleh lembaga keuangan dan bisnis untuk memverifikasi identitas pelanggan, bertujuan mencegah kejahatan finansial seperti pencucian uang dan pendanaan terorisme. Pada tahun 2010, KYC dilakukan secara manual dengan mengumpulkan dan memverifikasi dokumen fisik, proses yang memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan.

Pada tahun 2014, KYC memasuki fase “mobile vision” menggunakan SDK Mobile. Antara tahun 2018-2020, KYC bertransformasi menjadi e-KYC, memanfaatkan AI dan teknologi pembelajaran mesin untuk proses verifikasi digital dengan data biometrik seperti OCR, pengenalan wajah, dan biometrik suara. Proses ini melibatkan pelanggan yang memulai e-KYC, data biometrik yang diverifikasi, dan akhirnya menghasilkan dokumen identitas digital.

Banyak lembaga keuangan dan perusahaan fintech di Indonesia telah mengadopsi e-KYC untuk mempercepat dan mempermudah verifikasi identitas pelanggan. Penggunaan e-KYC telah meningkatkan inklusi keuangan dengan mempermudah akses layanan keuangan bagi populasi tanpa rekening bank. e-KYC diterima luas di Indonesia, diadopsi oleh bisnis, lembaga keuangan, dan pemerintah untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan menyederhanakan proses. Dengan terus berkembangnya teknologi, evolusi e-KYC di Indonesia diperkirakan akan terus berlanjut.

Teknologi yang Mendukung Implementasi KYC

teknologi pendukung e-kyc 4

Sumber: freepik

1. Penggunaan Biometri

  • Face Recognition (Pengenalan Wajah)

Face recognition adalah salah satu teknologi biometrik yang paling populer dalam e-KYC. Teknologi ini menggunakan algoritma komputer untuk memverifikasi identitas seseorang berdasarkan fitur wajah mereka. Dalam proses e-KYC, pelanggan biasanya diminta untuk mengunggah foto wajah mereka atau melakukan pemindaian wajah secara langsung melalui kamera perangkat mereka. Algoritma pengenalan wajah kemudian mencocokkan foto tersebut dengan foto pada dokumen identitas resmi, seperti paspor atau kartu identitas nasional.

 

Keuntungan utama pengenalan wajah adalah kenyamanan dan kecepatan verifikasi, yang dapat dilakukan dalam hitungan detik. Selain itu, teknologi ini juga dapat mendeteksi upaya penipuan seperti penggunaan foto palsu atau video rekaman. Dengan demikian, pengenalan wajah membantu menjaga keamanan transaksi perbankan dengan memastikan bahwa identitas pelanggan diverifikasi secara akurat dan cepat.

Face Recognition (Pengenalan Wajah)
Face Recognition (Pengenalan Wajah)

Sumber: Docotel Teknologi

 

Pada KeyPoin e-KYC yang dimiliki oleh Docotel Teknologi terdapat teknologi liveness detection . Liveness detection ini merupakan sebuah fitur yang berfungsi untuk memastikan bahwa pengguna yang mengunggah foto atau video adalah orang yang hidup dan bukan gambar statis atau rekaman video. Ini mencegah penipuan identitas melalui penggunaan gambar atau video yang tidak sah.

  • Pengenalan Sidik Jari

Pengenalan sidik jari adalah teknologi biometrik lain yang banyak digunakan dalam e-KYC. Setiap individu memiliki sidik jari yang unik, sehingga teknologi ini sangat andal untuk verifikasi identitas. Pelanggan diminta untuk melakukan pemindaian sidik jari mereka menggunakan perangkat yang kompatibel, seperti scanner sidik jari yang terdapat pada ponsel pintar atau perangkat khusus lainnya.

 

Keamanan pengenalan sidik jari terletak pada keunikan biometrik sidik jari yang sulit dipalsukan. Selain itu, data sidik jari juga dapat disimpan dan dienkripsi dengan aman, sehingga melindungi informasi pribadi pelanggan dari akses tidak sah. Dengan demikian, pengenalan sidik jari membantu mengurangi risiko penipuan dalam transaksi perbankan.

  • Pengenalan Suara

Pengenalan suara adalah teknologi yang menganalisis karakteristik unik dari suara seseorang untuk memverifikasi identitas mereka. Dalam proses e-KYC, pelanggan mungkin diminta untuk merekam suara mereka dengan membaca frasa tertentu. Algoritma pengenalan suara kemudian memeriksa pola suara tersebut untuk memastikan kecocokan dengan profil yang sudah ada.

 

Keuntungan utama pengenalan suara adalah kenyamanan, terutama dalam situasi di mana penggunaan tangan tidak memungkinkan, seperti saat mengemudi. Selain itu, teknologi ini juga dapat digunakan sebagai faktor tambahan dalam autentikasi multi-faktor, meningkatkan keamanan transaksi perbankan.

2. Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning

  • Verifikasi Dokumen Berbasis AI

Artificial Intelligent (AI) memainkan peran penting dalam verifikasi dokumen dalam proses e-KYC. Algoritma AI dapat menganalisis berbagai elemen pada dokumen identitas, seperti tata letak, font , dan fitur keamanan, untuk menentukan keaslian dokumen. Selain itu, AI juga dapat mendeteksi tanda-tanda pemalsuan atau manipulasi, seperti perubahan pada foto atau teks.

 

Verifikasi dokumen berbasis AI menawarkan tingkat akurasi yang tinggi dan kemampuan untuk menangani berbagai jenis dokumen dari berbagai negara. Dengan memanfaatkan AI, institusi keuangan dapat memastikan bahwa dokumen identitas yang diserahkan oleh pelanggan adalah asli dan sah, sehingga membantu mencegah penipuan dan kejahatan finansial.

  • Deteksi Anomali

AI dan machine learning juga digunakan untuk mendeteksi anomali dalam transaksi perbankan. Algoritma pembelajaran mesin dapat menganalisis pola transaksi pelanggan dan mengidentifikasi aktivitas yang mencurigakan atau tidak biasa. Misalnya, jika ada transaksi dalam jumlah besar yang dilakukan dari lokasi yang tidak biasa, sistem dapat memberikan peringatan kepada pihak bank untuk melakukan verifikasi tambahan.

 

Deteksi anomali berbasis AI membantu institusi keuangan untuk segera mengidentifikasi dan menangani potensi penipuan sebelum kerugian terjadi. Dengan demikian, teknologi ini memainkan peran penting dalam menjaga keamanan transaksi perbankan.

3. Teknologi Blockchain

Blockchain adalah teknologi buku besar terdistribusi yang menawarkan keamanan dan transparansi tinggi dalam pengelolaan data. Dalam konteks e-KYC, teknologi blockchain memungkinkan penyimpanan dan berbagi data identitas pelanggan dengan cara yang lebih aman.

 

Setiap transaksi atau perubahan data dicatat dalam blok yang dienkripsi dan dihubungkan satu sama lain, menciptakan rantai yang tidak dapat diubah tanpa persetujuan dari semua pihak yang terlibat.

  • Keamanan Data

Manfaat utama dari penggunaan blockchain dalam e-KYC adalah peningkatan keamanan data. Setiap entri data yang dibuat pada blockchain dienkripsi dan diverifikasi oleh jaringan komputer, sehingga hampir tidak mungkin untuk memanipulasi atau meretas data tersebut.

 

Dengan demikian, blockchain membantu melindungi informasi identitas pelanggan dari akses tidak sah dan penipuan.

  • Pengurangan Adanya Duplikasi Data

Blockchain juga memungkinkan institusi keuangan untuk berbagi data identitas pelanggan dengan aman antar lembaga. Ini mengurangi duplikasi data serta memungkinkan proses verifikasi identitas menjadi lebih cepat dan efisien.

 

Selain itu, pelanggan juga dapat memiliki kontrol lebih besar atas data mereka dan berbagi informasi hanya dengan pihak yang mereka percayai, meningkatkan privasi dan keamanan data.

4 . Enkripsi Data

Enkripsi adalah proses mengubah data menjadi format yang tidak dapat dibaca tanpa kunci dekripsi yang tepat. Dalam e-KYC, enkripsi digunakan untuk melindungi data identitas pelanggan selama transmisi dan penyimpanan. Teknologi enkripsi memastikan bahwa data yang dikirimkan melalui jaringan atau disimpan di server tidak dapat diakses atau diubah oleh pihak yang tidak berwenang.

  • Enkripsi Simetris dan Asimetris

Enkripsi adalah proses mengonversi data ke dalam format yang tidak dapat dibaca tanpa kunci dekripsi yang sesuai. Enkripsi simetris menggunakan kunci yang sama untuk enkripsi dan dekripsi, sementara enkripsi asimetris menggunakan pasangan kunci publik dan pribadi. Enkripsi asimetris sering digunakan dalam komunikasi aman, seperti saat pelanggan mengirimkan data identitas mereka ke server e-KYC.

  • Secure Socket Layer (SSL) dan Transport Layer Security (TLS)

SSL dan TLS adalah protokol keamanan yang digunakan untuk mengenkripsi data yang dikirimkan melalui internet. Dalam e-KYC, SSL/TLS digunakan untuk melindungi data identitas pelanggan saat dikirimkan dari perangkat mereka ke server e-KYC.

 

Protokol ini memastikan bahwa data tidak dapat diakses oleh peretas selama transmisi, menjaga kerahasiaan dan integritas informasi pelanggan.

5. Keamanan Siber

Ada berbagai langkah keamanan siber yang diterapkan untuk melindungi infrastruktur e-KYC dari ancaman kejahatan siber.

  • Firewall 

Firewall adalah perangkat atau perangkat lunak yang memantau dan mengontrol lalu lintas jaringan berdasarkan aturan keamanan yang telah ditetapkan. Sistem deteksi intrusi (IDS) adalah teknologi yang digunakan untuk mendeteksi dan merespons aktivitas mencurigakan atau berbahaya dalam jaringan. Kedua teknologi ini membantu melindungi jaringan e-KYC dari serangan siber dan akses tidak sah.

  • Autentikasi Multi-Faktor (MFA)

Autentikasi multifaktor adalah metode keamanan yang mengharuskan pengguna melalui beberapa tahap verifikasi untuk mengakses akun atau layanan. Dalam e-KYC, MFA sering digunakan untuk memastikan bahwa hanya pelanggan yang sah yang dapat mengakses data identitas mereka.

 

Bentuk autentikasi tambahan bisa berupa kode OTP yang dikirimkan melalui SMS, biometrik, atau perangkat keras token.

  • Pemantauan Keamanan Berkelanjutan

Pemantauan keamanan berkelanjutan adalah praktik memantau sistem dan jaringan secara terus-menerus untuk mendeteksi dan menangani ancaman keamanan. Dalam e-KYC, pemantauan keamanan berkelanjutan membantu institusi keuangan untuk segera mengidentifikasi dan menangani potensi ancaman sebelum mereka dapat menyebabkan kerugian.

 

Teknologi seperti pemantauan log , analisis perilaku, dan alat respons insiden digunakan untuk mendukung pemantauan keamanan berkelanjutan.

Manfaat e-KYC untuk Sektor Perbankan

teknologi pendukung e-kyc 4

Sumber: freepik

Implementasi e-KYC di sektor perbankan, terutama di Indonesia membawa berbagai manfaat, di antaranya:

  1. Kecepatan dan efisiensi: Proses verifikasi identitas yang biasanya memakan waktu berhari-hari dapat diselesaikan dalam hitungan menit.
  2. Keamanan: Teknologi biometrik dan AI membantu mendeteksi dan mencegah penipuan.
  3. Inklusi keuangan: Memudahkan masyarakat yang tinggal di daerah terpencil atau yang tidak memiliki akses mudah ke cabang bank untuk membuka rekening.
  4. Pengalaman nasabah yang lebih baik: Proses yang lebih cepat dan mudah meningkatkan kepuasan nasabah.
  5. Pengurangan biaya operasional: Mengurangi kebutuhan akan proses manual dan dokumen fisik, sehingga mengurangi biaya operasional bank.

Contoh Implementasi e-KYC pada Sektor Perbankan di Indonesia

Implementasi e-KYC di sektor perbankan Indonesia telah membawa perubahan signifikan dalam cara bank dan lembaga keuangan melakukan verifikasi identitas pelanggan. Di bawah ini merupakan beberapa contoh implementasi e-KYC yang sudah diterapkan pada sektor perbankan Indonesia:

  • Bank Central Indonesia (BCA)

BCA telah menerapkan e-KYC untuk mempercepat proses pembukaan rekening baru. Melalui aplikasi mobile BCA, calon nasabah dapat mengunggah foto KTP dan melakukan verifikasi wajah secara langsung. Teknologi pengenalan wajah yang digunakan memastikan bahwa data yang diunggah sesuai dengan identitas calon nasabah, sehingga proses verifikasi dapat dilakukan dengan cepat dan aman.

  • Bank Negara Indonesia (BNI)

BNI memanfaatkan teknologi e-KYC dalam aplikasi mobile banking mereka, BNI Mobile Banking. Calon nasabah dapat membuka rekening secara online dengan mengunggah dokumen identitas dan melakukan verifikasi biometrik. Sistem e-KYC BNI menggunakan teknologi OCR untuk mengekstrak data dari dokumen identitas dan mencocokkannya dengan data biometrik untuk memastikan keaslian dokumen.

 

Produk BNI Finance milik BNI saat ini juga telah menggunakan KeyPoin e-KYC milik Docotel Teknologi dalam proses pre-screening untuk calon customer BNI Finance. Dengan adanya penggunaan layanan cek dukcapil milik Docotel Teknologi, dapat memudahkan pihak BNI dalam melakukan prescreening kepada setiap calon customernya.

  • Bank Mandiri

Bank Mandiri juga telah mengadopsi e-KYC dalam layanan perbankan digital mereka. Melalui aplikasi Mandiri Online, nasabah baru dapat membuka rekening dengan mengunggah foto KTP dan melakukan verifikasi wajah. Teknologi AI dan pembelajaran mesin yang digunakan membantu mendeteksi tanda-tanda pemalsuan atau manipulasi dokumen, sehingga meningkatkan keamanan proses verifikasi.

  • Bank Rakyat Indonesia (BRI)

BRI menggunakan e-KYC untuk mendukung program inklusi keuangan, khususnya bagi masyarakat di daerah terpencil. Melalui layanan BRI Digital Savings, calon nasabah dapat membuka rekening tanpa harus mengunjungi cabang bank.

 

Proses verifikasi dilakukan secara online menggunakan teknologi pengenalan wajah dan OCR, sehingga memudahkan akses layanan perbankan bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki rekening bank.

  • CIMB Niaga

CIMB Niaga mengintegrasikan e-KYC dalam aplikasi OCTO Mobile mereka. Proses pembukaan rekening baru dilakukan dengan mengunggah foto KTP dan selfie untuk verifikasi wajah. Teknologi AI digunakan untuk mencocokkan foto KTP dengan selfie yang diambil, memastikan bahwa identitas yang diserahkan adalah asli dan sah.

  • Jenius (Bank BTPN)

Jenius, layanan perbankan digital dari Bank BTPN, juga menerapkan e-KYC untuk proses pembukaan rekening. Calon nasabah cukup mengunduh aplikasi Jenius, mengunggah foto KTP, dan melakukan verifikasi wajah. Dengan teknologi e-KYC, proses pembukaan rekening dapat diselesaikan dalam hitungan menit tanpa perlu mengunjungi cabang bank.

Implementasi e-KYC di sektor perbankan Indonesia telah memberikan banyak keuntungan, termasuk peningkatan kecepatan, efisiensi, dan keamanan dalam proses verifikasi identitas nasabah. Dengan terus berkembangnya teknologi, diharapkan bahwa e-KYC akan semakin menyempurnakan layanan perbankan digital di Indonesia, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan institusi keuangan.

Perusahaan dan institusi keuangan yang mengadopsi teknologi e-KYC dengan tepat akan berada pada posisi yang lebih baik untuk melindungi data pelanggan mereka, mematuhi regulasi yang berlaku, dan menjaga kepercayaan pelanggan dalam jangka panjang.

Informasi tentang layanan e-KYC dan berbagai teknologi lainnya yang berkaitan, dapat kamu baca melalui blog Docotel Teknologi .

 

teresaiswara

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most discussed

Advertisement