Docotel Official Blog
Ayo Cegah Difteri Dengan Doco Vaksin!(Part 2) 1

Ayo Cegah Difteri Dengan Doco Vaksin!(Part 2)

Hai. hello!
Docotel mau cerita tentang kegiatan di kantor Docotel pagi ini, nih (2802). Suasana lobby kantor pagi ini terlihat ramai. Wah, ada apa nih? Kerumunan troops sudah ramai mengelilingi meja sambil menunggu namanya dipanggil.
Oalah! Hari ini para troops mau disuntik (lagi) nih! Masih dalam upaya mencegah masuk dan menyebarnya virus difteri dalam lingkungan kantor, Docotel menyelenggarakan vaksin bagi seluruh troops yang kedua kalinya.

Troops Sedang Antri Untuk DivaksinTroops Sedang Antri Untuk Divaksin

Sejak pukul 10.00 WIB, troops sudah mulai berdatangan dan berkumpul di lobby kantor Docotel. Troops mulai mengantri mengambil kartu vaksin pada meja pendaftaran. Setelah itu, troops dipersilahkan masuk kedalam ruangan vaksin untuk disuntik. Kelihatan sih, pada vaksin kedua ini troops nggak se-takut waktu vaksin pertama. Kayaknya, sudah pada nggak takut sama jarum suntik lagi nih 😀 Masih sama seperti vaksin pertama, kali ini dua orang dokter dan satu orang perawat kembali datang untuk memberikan vaksin.

Ekspresi Troops Saat DivaksinEkspresi Troops Saat Divaksin

Kali ini, Docotel berkesempatan untuk mewawancarai salah seorang dokter yang memberikan vaksin. Ahmad Ismatullah, seorang dokter yang bertugas di Rumah Vaksin menjelaskan bahwa penyakit difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae yang dapat menyabar lewat udara dan sentuhan kulit. Difteri memiliki gejala awal yang hampir sama dengan radang tenggorokan, namun Difteri memunculkan selaput putih di saluran pernafasan.

“Difteri itu sangat menular. Kalau misalnya ada 10 orang sehat yang tidak pernah divaksinasi, kemudian ditaruh di situ satu orang yang terkena difteri , kira-kira 6 sampai 7 orang akan terkena”.

Seremnya, penyakit Difteri termasuk kedalam penyakit menular dan berbahaya. Bukan hanya menyerang tenggorokan, jika penyakit Difteri yang semakin parah, dapat juga menyebar ke organ tubuh lain. Wow, serem ya!

Di Indonesia, tahun ini sekitar 570 orang telah terinfeksi Difteri. Makanya, sebaiknya jika mengalami nyeri tenggorokan harus segera diperiksa ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Nah, ada satu cerita menarik di vaksin kali ini. salah satu Troops yang mewawancarai dokter ternyata belum pernah divaksin! Teguh, salah sorang troops dari divisi Kreatif ke-gep nggak ikut vaksin karena takut jarum suntik. Nah, sepanjang dokter menjelaskan tentang bahaya Difteri, mukanya berubah ketakutan dan akhirnya memberanikan diri untuk divaksin (walaupun dengan teriak-teriak histeris)!!!! KEREN! Tepuk tangan.

Teguh dan Dokter dari Rumah VaksinTeguh dan Dokter dari Rumah Vaksin

Selesai sudah vaksinasi difteri kedua yang diselenggarakan oleh Docotel Group dan Rumah Vaksin. Tinggal satu lagi tahap suntik difteri yang harus diikuti dalam jangka waktu 6 bulan setelah suntik kedua. Sampai bertemu dikesempatan selanjutnya!

Psssst..! Intip keseruan suntik vaksin di Docotel lewat BLUVlog, yuk!

docobot

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most discussed

Advertisement